BALAI JAYA, Infozone | Parsadaan marga siregar kabupaten rokan hilir suatu kumpulan yang terbentuk dari satu rumpun dalihan natalu.
Dalihan Natolu adalah sebuah konsep filosofis dalam budaya Batak, Sumatera Utara, Indonesia. Dalihan Natolu berarti “tiga tungku” atau “tiga pilar” dalam bahasa Batak.
Dalihan Natolu merupakan konsep yang menjelaskan tentang tiga prinsip dasar dalam kehidupan masyarakat Batak, yaitu:
1. Hula-hula (pihak keluarga istri): mewakili prinsip kasih sayang, kelembutan, dan kehangatan.
2. Dongan sabutuha (pihak keluarga sendiri): mewakili prinsip kesetiaan, kejujuran, dan tanggung jawab.
3. Boru (pihak keluarga suami): mewakili prinsip kekuatan, keberanian, dan perlindungan.
Dalihan Natolu mengajarkan bahwa kehidupan manusia harus seimbang dan harmonis, dengan mempertimbangkan ketiga prinsip tersebut. Konsep ini juga menekankan pentingnya hubungan yang baik dengan keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar.
Dalam konteks yang lebih luas, Dalihan Natolu dapat diartikan sebagai prinsip hidup yang mengajarkan kita untuk:
– Menghargai dan menghormati orang lain
– Bersikap adil dan bijaksana
– Memiliki tanggung jawab dan komitmen
– Membangun hubungan yang harmonis dan seimbang.
Dalihan Natolu merupakan salah satu contoh kekayaan budaya dan filosofi masyarakat Batak yang masih relevan.
Dalam pembangunan musollah Makna dan Tujuan:
Simbol Komitmen: Peletakan batu pertama menjadi simbol awal tekad untuk menciptakan perubahan positif di masyarakat 6 mei 2025 selasa.
Kontribusi nyata PAMAGAR berharap mushola ini dapat memberikan manfaat bagi umat Muslim secara umum di Rokan Hilir, sejalan dengan upaya organisasi yang terus berkembang.
Pada tanggal 15 /01/2026 Para Tim panitia pembangunan musollah laksanakan rapat kordinasi finishing untuk mengklirkan banguna hingga mencapai 100% .acara tersebut turut di hadiri Cutar Andika siregar ,SH,MH Selaku ketua umum,MAHLUDDIN RI.
Selaku eks sekretaris umum dan juga merupakan eks ketua STM kabupaten rokan hilir.Muhammad irwan siregar,SKM,selaku ketua pembangunan ,AKP H.Rotua siregar ,S.AP,selaku bendahara pembangunan, Kalna surya siregar ,SH, selaku seksi pembiayaan, Ponijon selaku pengawas pembangunan,Adnan ,SH,selaku ketua OKK yang baru di tetapkan.
Muhammad irwan siregar,SKM menjelaskan selaku ketua pembangunan musollah Al- Fauzi pamagar ,mengucapkan ribuan terima kasih buat para pendonatur kahanggi,boru bersama bere yang ikut berpatisipasi penuh atas dukungan nya selama pembagunan berjalan.dan juga para pendonasi orang dekat pamagar (ODP) pamagar yang ikut ambil andil untuk menyukseskan pembangunan sangat luar biasa”,tegas nya.
Dan iya juga menambahkan ,inssa allah kami juga selaku panitia akan menggelar syukuran di kemudian hari dan mengundang para pihak.untuk sementara waktu berhubung karena bulan suci ramadhan tidak lama lagi kami upayakan mussollah Al-Fauzi pamagar ini dapat kiranya di gunakan untuk kegiatan tarawih, dan tadarus,berbagai kegiatan agama buat warga lingkungan di KM 39 kecamatan Balai jaya,” tutupnya.
Nahar, Infozone melaporkan









