InfoZone -Larantuka |Kondisi warga Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pascagempa bumi yang mengguncang Pulau Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, masih memprihatinkan.
Kebutuhan dasar seperti air bersih, air minum, bahan makanan, obat-obatan hingga kebutuhan harian perempuan dan bayi masih sangat dibutuhkan warga terdampak.
Hal tersebut disampaikan seorang mahasiswa asal Kabupaten Nagekeo yang saat ini sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas negeri di Kota Kupang. Dengan berlinang air mata, ia mengaku ingin segera pulang ke kampung halaman untuk melihat langsung kondisi orang tua dan keluarganya di Kecamatan Boawae, khususnya Kelurahan Natanage.
“Keinginan saya sangat besar untuk pulang ke kampung halaman dan melihat langsung bapak dan mama saya, Kak. Saya juga ingin membantu masyarakat Nagekeo yang terdampak gempa,” ungkapnya kepada awak media, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima dari keluarga dan warga di lapangan, bantuan pemerintah maupun bantuan lainnya belum sepenuhnya menjangkau seluruh masyarakat terdampak.
“Mungkin karena jaraknya cukup jauh sehingga bantuan belum sampai secara maksimal kepada seluruh warga Nagekeo,” ujarnya dengan suara terbata-bata.Ia mengatakan, kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah air bersih dan pangan. Selain itu, warga juga membutuhkan popok bayi (pampers), pembalut wanita, obat-obatan serta berbagai kebutuhan pokok sehari-hari.
“Yang mereka butuhkan sekarang air bersih, air minum, pangan, pampers bayi, pembalut wanita, obat-obatan dan kebutuhan keseharian lainnya,” katanya.
Warga Masih Beraktivitas di Ruang Terbuka
Di tengah kondisi pascagempa, air bersih dan air minum menjadi kebutuhan prioritas. Air minum dalam kemasan, baik botol maupun galon, sangat diperlukan untuk didistribusikan kepada masyarakat.
Selain itu, warga membutuhkan beras sebagai bahan pangan pokok serta lauk-pauk yang dapat bertahan lama, seperti ikan asin atau ikan kering, makanan kaleng dan makanan siap santap.
Kebutuhan tersebut semakin mendesak karena sebagian aktivitas warga masih dilakukan di ruang terbuka untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Kondisi warga di Mbay, Kabupaten Nagekeo, masih terdampak setelah gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026). Gempa susulan masih dirasakan warga meskipun intensitasnya mulai melemah.
Berdasarkan laporan warga Mbay pada Minggu (16/8/2026), sejumlah rumah mengalami kerusakan parah hingga hancur. Retakan juga ditemukan pada lantai sejumlah bangunan.
Warga memilih beraktivitas di ruang terbuka. Sebagian mendirikan tenda di depan rumah, sementara lainnya tidur di halaman, teras maupun area terbuka lainnya.
Aktivitas ibadah pun dilakukan di luar bangunan. Di wilayah Roe, warga dilaporkan melaksanakan misa di halaman gereja dengan menggunakan tenda sebagai tempat berlindung.
Sementara di Kelurahan Danga, Mbay, sedikitnya 31 rumah di RT 029 mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 25 rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat dan enam rumah mengalami kerusakan ringan.
Listrik dan Telekomunikasi Terganggu
Tidak hanya kebutuhan pangan dan air bersih, layanan dasar masyarakat juga masih mengalami gangguan.
Pasokan listrik dilaporkan padam sehingga warga mengalami kesulitan mengisi daya telepon seluler maupun perangkat komunikasi lainnya.
Jaringan telekomunikasi dan internet juga masih terbatas serta tidak stabil. Sinyal sempat muncul pada dini hari, sedangkan sejumlah wilayah seperti Nangaroro dan Tanjung dilaporkan dapat menangkap sinyal dari arah Ende.
Kondisi tersebut membuat komunikasi masyarakat menjadi terbatas, terutama dalam memperoleh informasi maupun melakukan koordinasi penanganan pascagempa.
Mahasiswa Buka Donasi
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa asal Nagekeo yang berada di Kota Kupang itu berinisiatif membuka donasi. Ia berharap masyarakat Nagekeo yang berada di Kota Kupang maupun para pihak yang memiliki kepedulian dapat ikut membantu warga terdampak.
“Saya berharap semua kakak dan adik yang berada di Kota Kupang bisa membantu saya. Saya punya niat untuk mengunjungi bapak, mama dan saudara saya di Nagekeo,” ungkapnya.
Ia menegaskan, donasi tersebut bukan semata-mata untuk keluarganya, tetapi diupayakan untuk membantu masyarakat Nagekeo yang terdampak bencana.
“Bukan keluarga saya saja. Semua mereka yang ada di sana adalah keluarga saya. Bapak, mama, adik, kakak, semuanya,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya tetap berkoordinasi dengan sejumlah relawan dan pihak-pihak yang selama ini membantu masyarakat Kabupaten Nagekeo.
“Saya akan berjuang turun ke Nagekeo untuk membantu keluarga besar di Kabupaten Nagekeo. Saya juga tetap berkoordinasi dengan relawan dan pihak-pihak yang sudah membantu,” jelasnya.
Bagi masyarakat yang ingin memberikan dukungan melalui donasi, berikut rekening yang dibuka:
Bank BNI
Nomor Rekening: 2102151870
Atas Nama: Magdalena Julliet N. Dasilva
Contact person : 081238825980
Donasi tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak, khususnya air bersih, air minum, bahan pangan, obat-obatan, kebutuhan bayi, kebutuhan perempuan serta kebutuhan dasar lainnya.
Di tengah situasi pascagempa dan keterbatasan akses, kepedulian dan gotong royong berbagai pihak diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Nagekeo yang sedang menghadapi masa sulit.(*Tim InfoZone)








