InfoZone,-Larantuka| Kegagalan Perseftim U-17 melaju ke babak delapan besar Liga Pelajar Piala Soeratin U-17 Tahun 2026 berbuntut pada polemik pencairan dana bantuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Flores Timur.
Menanggapi isu yang berkembang, Ketua KONI Flores Timur, Yitno Wada, menegaskan bahwa sisa bantuan sebesar Rp20 juta memang tidak dicairkan karena tim tidak memenuhi target pencapaian.
Penjelasan tersebut disampaikan Yitno Wada saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan WhatsApp, Rabu (5/8/2026). Ia menepis anggapan bahwa KONI sengaja menahan atau membatalkan pembayaran tanpa alasan yang jelas.
Menurut Yitno, total dukungan yang disiapkan KONI Flores Timur untuk Perseftim U-17 memang sebesar Rp50 juta. Namun, nominal tersebut tidak diberikan sekaligus, melainkan mengikuti skema pencapaian tim pada Liga Pelajar Piala Soeratin U-17 di Kabupaten Sikka.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini KONI telah menyerahkan dana sebesar Rp30 juta kepada manajemen Perseftim U-17. Adapun sisa Rp20 juta hanya akan dicairkan apabila tim mampu melangkah hingga babak selanjutnya.
“Yang benar Rp50 juta cair kalau Perseftim main sampai final. Sekarang tim gugur di penyisihan, kok tetap tuntut Rp50 juta. Soal masih kurang Rp20 juta itu menjadi urusan manajemen tim,” tegas Yitno.
Perseftim U-17 sendiri bertolak menuju Maumere, Kabupaten Sikka, pada Jumat, 24 Juli 2026, untuk mengikuti putaran Liga Pelajar Piala Soeratin U-17 Tahun 2026. Tim yang diperkuat para pemain muda asal Flores Timur itu membawa harapan besar masyarakat untuk tampil kompetitif dan meraih prestasi.
Selama berada di Maumere, para pemain dan ofisial menjalani seluruh agenda pertandingan sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia. Hingga berita ini ditulis, rombongan Perseftim masih berada di basecamp tim sambil menunggu laga terakhir fase penyisihan.
Namun perjalanan Perseftim di turnamen tidak berjalan sesuai harapan. Hasil yang diperoleh dalam beberapa pertandingan membuat peluang mereka untuk lolos ke babak delapan besar dipastikan tertutup.
Meski masih memiliki satu pertandingan tersisa yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (6/8/2026), hasil laga tersebut tidak lagi memengaruhi posisi Perseftim di klasemen grup. Dengan demikian, langkah tim asal Flores Timur dipastikan terhenti di fase penyisihan.
Situasi inilah yang kemudian menjadi dasar penjelasan KONI Flores Timur mengenai pencairan dana bantuan. Menurut Yitno, target mencapai partai final merupakan syarat utama agar bantuan sebesar Rp50 juta dapat diterima secara utuh.
Ia menegaskan bahwa dana Rp30 juta yang telah diberikan merupakan bentuk komitmen KONI dalam mendukung perjuangan tim di ajang sepak bola usia muda tersebut. Sementara sisa anggaran yang sebelumnya direncanakan tidak lagi menjadi kewajiban KONI karena syarat pencairannya tidak terpenuhi.
Polemik mengenai bantuan dana ini pun menjadi perhatian masyarakat Flores Timur, terutama para pecinta sepak bola yang terus mengikuti perkembangan Perseftim U-17 selama berlaga di Kabupaten Sikka. Tidak sedikit yang berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik antara seluruh pihak sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Di sisi lain, keikutsertaan Perseftim U-17 dalam Liga Pelajar Piala Soeratin tetap dinilai sebagai bagian dari proses pembinaan atlet usia muda. Kompetisi tersebut menjadi panggung bagi para pemain untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan menghadapi lawan dari berbagai daerah.
Meski gagal melangkah ke babak delapan besar, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti turnamen diyakini akan menjadi bekal penting bagi para pemain untuk terus berkembang. Pembinaan sepak bola usia muda membutuhkan proses panjang yang tidak selalu diukur dari hasil akhir sebuah kompetisi.
(*RS InfoZone Melaporkan)









