JAKARTA, Infozone – Dunia maya heboh. Dua celah kritis ditemukan di bahasa pemrograman PHP yang dipakai lebih dari 70% website di dunia, termasuk situs pemerintahan dan perusahaan besar.
Celah ini dijuluki PHP2Shell dengan skor keparahan 9,2 dari 10 (Kritis). Hacker bisa menjalankan kode dari jarak jauh, mengubah isi website, hingga mencuri password dan data pribadi dari memori server.
Yang bikin ngeri, celah ini sudah mengendap lebih dari 10 tahun di kode PHP dan baru ketahuan berkat bantuan AI. Ditemukan independen oleh dua perusahaan keamanan: Calif (bekerja sama dengan OpenAI) pada 11 Agustus dan Wiz (milik Google) pada 24 Agustus.
Detailnya bocor duluan di internet pada Selasa (21/10), sebelum patch siap, sehingga tim PHP terpaksa ngebut merilis perbaikan pada Rabu (22/10) dan meminta semua pengguna update segera.
Dampaknya sudah terasa di Eropa:
– Belanda: Badan sibernya sendiri offline sebagai tindakan pencegahan. Disusul Port of Rotterdam, portal pemerintah http://Overheid.nl, KNVB, website 5 partai besar, dan beberapa rumah sakit.
– Finlandia: Penyedia IT pemerintah Valtori matikan semua layanan publik.
– Prancis: Kemendagri masuk mode maintenance preventif.
– Belgia: Situs Kemenlu offline sementara.
– Korea Selatan: Naikkan level siaga siber dan kirim panduan ke 28.000 perusahaan.
– Wikipedia & Internet Archive juga sempat down sementara untuk patching.
Pakar siber dari University of Melbourne, Andrew Cullen, menyebut ini unprecedented. Bahkan bos keamanan Amazon, CJ Moses, menyebut sudah ada upaya eksploitasi sejak 17 Oktober, 4 hari sebelum diumumkan publik.
PHP sendiri adalah bahasa dari era 1990-an yang jadi fondasi WordPress, Drupal, Joomla, Magento. Versi yang terdampak: PHP 5.4 ke atas.
Sumber : Al Jazeera. com
Editor : ZURFAMI







