[RIVIU KOVO CUP] JungKwanJang Bikin Harapan, Hyundai Diselimuti Awan Hitam, SOOP: 3 Kemenangan Pun Berat!

Foto: Mega & Jordan/ KOVO

1. JUNGKWANJANG – Lebih Baik dari Tahun Lalu

Bacaan Lainnya

Meski ditinggal pemain asing Bukirich yang absen dan pelatih baru Kwon Soon-chan baru ditunjuk seminggu sebelum cup, JungKwanJang tampil melebihi ekspektasi.

Bintang terbesarnya jelas di posisi Asia Quota. Pemain bernama Zhong Hui muncul jadi penyelamat. Padahal jadi opsi pertama itu berat, tapi dia tidak goyah sama sekali. Cetak 21 poin lawan SOOP (efisiensi 45%) dan 21 poin di 4 set lawan IBK (success rate 55,26%). Jadi ace sempurna di saat tim tanpa pemain asing. Receive-nya juga solid.

Plus, setter utama Yeum Hye-seon tampil lebih baik setelah dilatih coach Kim Sung-hyun di off-season, dan Lee Ji-soo yang sudah di ujung tanduk juga tampil berapi-api. Pelatih Kwon Soon-chan juga terlihat lebih berkembang, tidak seperti saat di Heungkuk dulu, sekarang lebih detail kasih instruksi taktis.

Tapi PR masih ada: libero utama No Ran masih jalan di tempat, dan pemain muda seperti Lee Sun-woo, Kwak Seon-ok yang harusnya meledak malah banyak bikin error di momen penting. Park Yeo-rum dan Park Hye-min juga harus segera balik ke performa terbaik sebelum liga reguler mulai.

2. HYUNDAI HILLSTATE – Liga Reguler, Apakah Akan Baik-baik Saja?

Judi besar pelatih Kang Sung-hyung dengan duet Mega dan Jordan “DOUBLE OR NOTHING” sejauh ini mendekati kegagalan.

Kejelekan Mega masih bisa dimaklumi karena dia baru comeback dari cedera lutut sepanjang off-season dan ini laga pertamanya. Tapi kejelekan pemain asing OH Jordan beda cerita. Receive efisiensi cuma 5% (satu digit!) dan success rate serangan 30%. Statistik yang tidak bisa dipercaya untuk ukuran pemain asing. Bukan cuma masalah chemistry dengan setter, tapi memang tekniknya kurang, cuma modal power yang kasar. Receive-nya bahkan lebih tidak stabil dari Jung Ji-yun, bikin khawatir untuk pertahanan belakang di liga reguler.

Lini middle blocker juga terlihat kena aging curve. Bae Yu-na masih belum bisa kasih tenaga di spike, poin tengah praktis hilang. Bukan cuma efek cedera tahun lalu, tapi memang penurunan fisik yang terlihat jelas di lapangan. Receive berantakan, serangan tengah diblok, setter Kim Da-in yang harus lari kesana-kemari ambil bola receive sampai mentalnya runtuh. Ini krisis terbesar Hyundai sejak musim 20-21.

3. SOOP – Bencana yang Sudah Diprediksi, Kekacauan Total

Meski memang kalah materi pemain, level kehancurannya di lapangan jauh lebih parah dari yang diperkirakan. Andalan Park Eun-seo absen karena cedera bahu, cuma libero Han Da-hye yang tampil kompetitif.

Secara taktik ada usaha, seperti pasang Park Yeon-hwa sebagai opposite untuk tambah opsi serangan belakang, tapi fondasi tim yaitu receive jebol total dan tidak ada yang bisa selesaikan poin. Asia Quota Yizhe Xue juga cuma bisa bengong lihat timnya runtuh.

Yang paling menyakitkan adalah jatuhnya pemain dengan gaji tertinggi dan paling senior, Ko Ye-rim. Cuma cetak 8 poin dalam dua laga, dan di laga pertama receive efisiensi -9%! Bikin syok. Lee Won-jung juga tidak belajar, masih kasih toss seenaknya ke tempat yang dia enak, bukan lihat posisi spiker atau blocker lawan. Park Yeon-hwa juga tidak bisa jawab kepercayaan pelatih Kim Se-jin dan cuma tunjukkan limitasi tinggi badan.

Dengan performa suram ini, plus pemain baru Odriana yang sulit diharapkan langsung jadi pembeda, bahkan jika nanti di draft dapat Audrey Park dengan probabilitas 30%, rasanya 3 kemenangan di musim reguler pun akan sangat berat.

 

Sumber: Ulasan Blog Naver 아포짓의 배구저장소 | Data Pertandingan: KOVO & Mania Times

 

Pasang Iklan di Infozone - 5000+ pembaca

👆 Klik untuk Pasang Iklan - Mulai 5.000+ / hari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *