PEMKAB FLORES TIMUR LUNCURKAN PROGRAM GENTING MELALUI MBG STUNTING FLOTIM

*InfoZone,- Larantuka*| Pemerintah Kabupaten Flores Timur resmi meluncurkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) Stunting Flotim.

Peluncuran perdana dilaksanakan di area RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka pada Rabu, 21 Oktober 2026, dan dihadiri langsung oleh Bupati Flores Timur, Ir. Antonius Doni Dihen.

Pada tahap awal, program ini menyasar Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga, sebagai lokus dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Flores Timur.

*24 Anak Lamatutu Jadi Penerima Awal*

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Flores Timur, Anselmus Diaz, menjelaskan Desa Lamatutu menjadi penyumbang stunting tertinggi dengan total 36 anak tercatat stunting.

“Desa Lamatutu mencapai 36 anak dengan prevalensi 52,9 persen, tertinggi di Flores Timur. Sehingga hari ini kami layani 12 anak dulu, besok lagi 12 anak. Total 24 anak pada peluncuran ini,” ujar Ansel Diaz saat diwawancarai awak media di RSUD Larantuka.

Adapun pola intervensi dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan di RSUD Larantuka, dilanjutkan pemberian makanan bergizi di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Bantuan yang disalurkan berupa pemenuhan pangan tambahan seperti telur ayam dan susu pangan olahan untuk keperluan medis khusus (PKMK) guna mempercepat pemulihan gizi.

*Detail Program Genting Flores Timur:*
– *Tanggal Peluncuran:* 21 Oktober 2026
– *Lokasi Awal:* Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga
– *Penerima Manfaat Awal:* 24 anak stunting
– *Tujuan:* Mengakselerasi penurunan angka stunting melalui sistem orang tua asuh dan sinergi program Makan Bergizi Gratis (MBG)

*63 Desa Jadi Lokus Prioritas, 5 Desa Zona Merah Ekstrem*

Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Bapperida menetapkan 63 desa sebagai lokus prioritas atau zona siaga stunting dengan angka prevalensi di atas 25%.

Dari 63 desa tersebut, terdapat 5 desa yang masuk kategori Zona Merah Stunting Ekstrem dengan prevalensi di atas 35%:

1. Desa Lamatutu, Kec. Tanjung Bunga – 52,9% (36 anak)
2. Desa Dawataa, Kec. Adonara Timur – 43,5% (10 anak)
3. Desa Woloklibang, Kec. Adonara Barat – 40,0% (10 anak)
4. Desa Lamaleka, Kec. Witihama – 38,7% (12 anak)
5. Desa Wulublolong, Kec. Solor Timur – 37,0% (17 anak)

Secara keseluruhan, berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) terbaru, tercatat 2.657 anak mengalami stunting dari total 14.662 balita yang diukur di Flores Timur. Rata-rata prevalensi kabupaten saat ini berada di angka 18,1%.

Sementara itu, Desa Nayubaya dan Desa Tobilota di Kecamatan Wotan Ulumado berhasil mempertahankan status bebas stunting (nol kasus) selama dua tahun terakhir.

Pemerintah daerah menegaskan akan melakukan intervensi agresif melalui alokasi program MBG dan penyaluran susu PKMK ke 63 desa prioritas guna menekan risiko penurunan kemampuan kognitif anak akibat stunting.(*RS)

Pasang Iklan di Infozone - 5000+ pembaca

👆 Klik untuk Pasang Iklan - Mulai 5.000+ / hari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *