Kasus Bullying Surabaya Tewaskan Anak Down Syndrome, Puan: Evaluasi!

`Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong evaluasi perlindungan anak usai kasus bullying di Surabaya. Foto: DPR RI ‘

JAKARTA, INFOZONE – Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti maraknya kasus perundungan atau bullying anak yang berujung kematian, terbaru kasus di Surabaya yang menewaskan anak penyandang down syndrome usia 10 tahun berinisial Z.

Bacaan Lainnya

Korban ditemukan meninggal dunia 12 September 2026 diduga akibat kekerasan yang dilakukan dua tetangganya yang masih berusia 10 dan 8 tahun. Kasus ini kini ditangani Polrestabes Surabaya.

“Kematian seorang anak berkebutuhan khusus di Surabaya menjadi pengingat serius bahwa perlindungan anak harus hadir hingga ke lingkungan tempat tinggal,” kata Puan, Selasa (21/10/2026).

Puan menilai anak disabilitas rentan karena memiliki hambatan komunikasi untuk meminta pertolongan. Ia mendorong evaluasi menyeluruh mulai dari pencegahan bullying, mekanisme pelaporan, pendampingan anak, hingga respons cepat di tingkat kelurahan dan kecamatan.

Polrestabes Surabaya menangani perkara dengan mengacu UU No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Karena pelaku di bawah 12 tahun, penanganan melibatkan pembimbing kemasyarakatan dan pekerja sosial.

“Kehati-hatian menangani anak tidak boleh dimaknai pengabaian hak keluarga korban untuk memperoleh kejelasan,” tegas Puan.

Puan juga menyinggung kasus bullying lain yang menewaskan anak 7 tahun di Pemalang Jawa Tengah yang diduga dibully kakak kelasnya.

“Perlindungan anak tidak cukup diukur dari banyaknya sosialisasi atau aturan. Ukurannya adalah kemampuan sistem mencegah kekerasan dan mendampingi korban,” ujar cucu Bung Karno itu.

Ia meminta pemerintah daerah memastikan keluarga korban mendapat layanan psikologis, sosial, dan informasi perkembangan perkara.

 

Sumber: DPR RI

 

Pasang Iklan di Infozone - 5000+ pembaca

👆 Klik untuk Pasang Iklan - Mulai 5.000+ / hari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *