Fenomena Kabut Haze Melanda Flores Timur

Flores Timur – InfoZone | Fenomena kabut haze melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (19/10/2026). Kondisi tersebut membuat bukit dan pegunungan yang biasanya terlihat jelas kini tak dapat diamati dengan mata telanjang.

Pantauan awak media, bukit-bukit dan pegunungan di Flores Timur tampak tertutup kabut haze.

Prakirawan BMKG Kupang, I Ketut Wisnu Wardhana, mengatakan fenomena tersebut disebut sebagai udara kabur atau haze.

Wisnu mengatakan fenomena haze terjadi karena adanya peningkatan asap, baik di sekitar NTT maupun yang berasal dari daerah lain. Asap tersebut kemudian terperangkap di lapisan atmosfer bagian bawah akibat adanya lapisan inversi.

“Jadi asap ini sudah bercampur di udara sehingga menciptakan udara kabur di langit,” imbuhnya.

Wisnu menduga peningkatan asap tersebut berasal dari Papua karena arah angin dari timur.

“Kalau di NTT lebih besar kemungkinannya dari Papua karena arah angin dari timur. Dari citra satelit juga dapat dilihat pergerakan sebaran asapnya dari wilayah Papua,” jelasnya.

Fenomena haze menyebabkan banyak warga panik dan mulai bertanya soal kondisi alam yang terus berubah dan tidak seperti biasanya.

Bukan dari Aktivitas Vulkanik

Kabut asap atau haze yang menyelimuti wilayah Flores Timur dan sebagian NTT disebabkan oleh sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah Papua yang terbawa angin dan terperangkap di atmosfer bawah akibat inversi.

BMKG memastikan asap tersebut bukan berasal dari aktivitas vulkanik lokal seperti Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur yang saat ini hanya mengeluarkan asap putih normal setinggi 100 meter, melainkan kiriman asap jarak jauh dari timur.

Fenomena ini memberikan beberapa dampak, di antaranya:

– Penurunan Jarak Pandang : Kabut tipis hingga tebal membuat pemandangan bukit, pegunungan, hingga aktivitas transportasi menjadi kabur. Fenomena serupa juga berdampak hingga ke Labuan Bajo dengan jarak pandang terbatas sekitar 4 km.

Imbauan Kesehatan

– Kelompok sensitif (anak-anak, lansia, penderita asma, atau penyakit paru kronis) diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.
– Gunakan masker saat berada di luar rumah untuk menghindari iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan akibat partikel asap.

(*RS/Tim)

Pasang Iklan di Infozone - 5000+ pembaca

👆 Klik untuk Pasang Iklan - Mulai 5.000+ / hari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *