KAMPAR, INFOZONE – Pengembangan kawasan Candi Muara Takus, Kabupaten Kampar, diarahkan tidak hanya bertumpu pada cagar budaya, tetapi terintegrasi dengan infrastruktur dan destinasi sejarah lain di Provinsi Riau.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau Syahrial Abdi mengatakan, integrasi antardestinasi menjadi langkah penting dalam mengembangkan potensi Candi Muara Takus secara lebih luas.
“Harapan besar kita ke depan, pengembangan Candi Muara Takus ini dapat terintegrasi dengan infrastruktur yang memadai dan destinasi wisata sejarah lainnya di Riau,” kata Sekda Syahrial Abdi, Minggu (19/10/2026).
Menurutnya, akses menuju Candi Muara Takus kini semakin mudah dengan jaringan jalan tol yang memangkas waktu tempuh dari Pekanbaru.
“Apalagi saat ini, akses menuju Candi Muara Takus dari Pekanbaru sudah sangat dekat dan cepat melalui jalan tol,” jelasnya.
Pemprov Riau juga telah membuka dan menembus akses jalan yang menghubungkan kawasan Muara Takus dengan Kabupaten Rokan Hulu.
“Di Rokan Hulu, terdapat Istana Raja Rokan IV Koto dan tidak jauh dari sana terdapat situs sejarah Benteng Tujuh Lapis Tuanku Tambusai,” tutur Syahrial.
Keberadaan sejumlah situs dalam akses dekat tersebut membuka peluang membangun pola perjalanan wisata yang tidak berhenti pada satu destinasi.
Jika ditata terpadu, kawasan ini bisa menjadi paket wisata sejarah One Day Trip. Dimulai dari Candi Muara Takus, dilanjutkan ke Istana Raja Rokan IV Koto, dan berakhir di Benteng Tujuh Lapis Tuanku Tambusai.
Sumber: Media Center Riau







