Ilustrasi/foto
JAKARTA, INFOZONE – Demam sound horeg lagi di mana-mana, sanak. Di balik dentuman bass yang menggelegar dan kemeriahannya, ternyata ada bahaya yang mengintai tubuh jika terpapar suara dengan intensitas tinggi dalam waktu lama.
Bukan cuma telinga yang jadi korban, tapi juga jantung dan kesehatan mental.
Mengutip Tribrata News Polri (2/10/2026), paparan suara keras tidak hanya membuat telinga bekerja ekstra sampai berdenging atau terasa budeg sesaat, tapi juga memicu respons stres di otak.
Ini 4 dampak buruk hobi dengar suara keras menurut ahli:
1. Memicu Respons Stres Kronis
Melansir UCLA Health, kebisingan tidak hanya ditangkap telinga, tapi diproses otak sebagai stimulus yang memicu respons fight or flight atau lawan atau lari.
Jika terpapar terus-menerus, respons stres yang berulang ini bisa memengaruhi peradangan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
2. Bahaya untuk Tekanan Darah dan Jantung
Efek paling serius ada di sistem kardiovaskular. Paparan kebisingan jangka panjang bisa meningkatkan tekanan darah sebagai bagian dari respons stres.
Jika dibiarkan lama, kondisi ini dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.
3. Mengganggu Kesehatan Mental
Stres yang terus dipicu suara keras juga memukul mental. Penelitian menemukan hubungan paparan kebisingan jangka panjang dengan kecemasan dan depresi.
Orang jadi lebih sulit merasa rileks, bahkan saat suara sudah berhenti, beban stresnya masih menumpuk.
4. Bikin Konsentrasi dan Otak Lemot
Otak yang terus dipaksa merespons stimulus suara yang mengganggu akan kelelahan. Akibatnya, fungsi kognitif seperti kemampuan berpikir dan memproses informasi jadi terganggu.
Jadi sanak, menikmati sound horeg boleh saja, tapi jangan terlalu dekat dengan speaker dan jangan terlalu lama. Gunakan penutup telinga jika perlu dan beri jeda agar telinga dan otak bisa istirahat.
Sumber ; Tribratanews Polri go. id








