InfoZone,- Larantuka Sehari setelah sekitar 200 ekor sapi tiba di Sentra Sapi Wulo Kolo, Kecamatan Tanjung Bunga, Flores Timur, Ketua Komisi II DPRD Flores Timur, Theodorus Wungubelen, S.H., bersama Wakil Bupati Flores Timur Ignas Boli dan Ketua DPRD Flores Timur turun langsung ke lokasi, Selasa (29/9/2026).
Turut dalam rombongan tersebut Auditor Inspektorat Daerah (Irda) Flores Timur, Camat Tanjung Bunga bersama staf, serta pihak terkait lainnya.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi dan keberadaan sapi yang didatangkan dari Kupang ke Flores Timur tersebut.
Dari hasil penelusuran di lapangan, berdasarkan keterangan karyawan perusahaan penyedia, terdapat sekitar 200 ekor sapi yang telah didatangkan dari Kupang.
Sapi-sapi tersebut terdiri dari 107 ekor jantan dan 93 ekor betina. Pengiriman dilakukan dari Pelabuhan Bolok, Kupang, menuju Pelabuhan Waibalun, Flores Timur, menggunakan jasa ASDP.
Namun, jumlah tersebut tidak dapat diverifikasi secara langsung oleh tim karena sapi telah disebar ke sejumlah blok kandang dengan luas kurang lebih 15 hektare.
Yang mengejutkan, dari sekitar 200 ekor sapi tersebut ditemukan 40 ekor telah mati.
Informasi tersebut disampaikan berdasarkan keterangan Plt. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunter) Flores Timur, Kepala Desa Lamatutu dan salah satu karyawan perusahaan penyedia.
Selain sapi yang mati, terdapat 13 ekor sapi yang berhasil menerobos keluar dari blok kandang.
Dari jumlah tersebut, enam ekor berhasil diselamatkan dan digiring kembali ke kandang. Sementara tujuh ekor sapi lainnya hingga kini belum ditemukan.
Dengan demikian, berdasarkan data yang diperoleh di lokasi, sapi yang tersisa diperkirakan sebanyak 153 ekor.
Kondisi sapi yang masih hidup pun menjadi perhatian. Saat tim tiba hingga meninggalkan lokasi, dua ekor sapi terlihat masih terbaring di tanah dan tidak mampu berdiri.
Kandang Bekas Terbakar, Pakan dan Air Jadi Persoalan
Temuan lain yang tidak kalah serius adalah kondisi blok kandang tempat sapi ditempatkan.
Blok tersebut diketahui sebelumnya mengalami kebakaran pakan ternak beberapa pekan lalu.
Di lokasi penempatan sapi, tim menemukan tidak tersedianya pakan dan air minum secara langsung di dalam blok kandang.
Pakan dan air harus didatangkan dari lokasi sekitar dua kilometer dari Wulo Kolo menggunakan satu unit kendaraan pikap.
Untuk memenuhi kebutuhan air minum, sebanyak 36 jerigen berkapasitas 20 liter diangkut hingga delapan kali dalam sehari.
Air kemudian ditampung pada tempat penampungan berukuran sekitar 2 x 1 meter yang berada di blok penempatan sapi.
Persoalan lainnya, sapi-sapi tersebut juga diketahui belum ditimbang.
Akibatnya, bobot masing-masing sapi yang didatangkan belum dapat diketahui secara pasti.
DPRD Minta Kandang Segera Diperbaiki
Ketua Komisi II DPRD Flores Timur, Theodorus Wungubelen, meminta pemerintah segera melakukan pembenahan terhadap blok kandang, terutama dari sisi kekuatan dan kerapatan kawat pagar.
Perbaikan dinilai penting untuk mencegah sapi kembali menerobos kandang dan mengurangi risiko sapi hilang.
Selain kandang, persoalan pakan dan air minum juga harus menjadi perhatian serius pemerintah.
βPakan dan air minum harus menjadi langkah mitigasi serius. Jangan sampai sapi yang sudah didatangkan justru mati karena persoalan mendasar seperti pakan dan air,β menjadi perhatian dalam hasil kunjungan tersebut.
Komisi II juga meminta pemerintah segera menentukan secara tegas jumlah sapi yang akan didatangkan ke Wulo Kolo.
Pasalnya, sebelumnya pemerintah menyampaikan dalam forum Banggar DPRD bahwa terdapat kesepakatan dengan pihak penyedia untuk mendatangkan sebanyak 450 ekor sapi.
Dengan kondisi faktual yang ditemukan di lapangan, pemerintah diminta menghitung kembali kebutuhan dan kesiapan sentra sebelum mendatangkan sapi tambahan.
250 Sapi Disebut Akan Kembali Didatangkan dari Kupang
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh Ketua Komisi II Theodorus Wungubelen bersama tim saat berada di lokasi, pihaknya bertemu dengan sejumlah sopir yang mengantar sapi dari Kupang.
Dari informasi tersebut, disebutkan bahwa sebanyak 250 ekor sapi masih akan didatangkan dari Kupang.
Rencana kedatangan 250 ekor sapi tambahan tersebut menjadi perhatian DPRD Flores Timur.
Sebab, sebelum sapi tambahan didatangkan, pemerintah dinilai perlu memastikan terlebih dahulu kesiapan kandang, ketersediaan pakan dan air, serta sistem pengawasan dan pendataan sapi.
βJangan sampai jumlah sapi terus bertambah, tetapi persoalan mendasar di lapangan belum diselesaikan,β demikian perhatian Komisi II DPRD Flores Timur.







