WASHINGTON, INFOZONE – Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz. Pakar menilai Trump melihat sanksi ekonomi sebagai kunci untuk menekan konsesi lebih besar, namun berisiko kehilangan leverage.
“I reject their proposal,” kata Trump kepada wartawan Sabtu (27/9), beralasan Iran ingin kesepakatan karena “losing so badly”.
Proposal 7 hari Iran meliputi: Washington mencabut blokade laut pelabuhan Iran, menghapus sanksi penjualan minyak Iran, melepaskan sekitar $12 miliar aset Iran yang dibekukan, dan gencatan senjata regional termasuk di Lebanon dan Yaman.
Sebagai gantinya Iran akan membuka kembali Selat Hormuz dan memulai negosiasi perjanjian final dengan Washington.
Upaya diplomatik terbaru dimediasi Qatar di sela Sidang Majelis Umum PBB di New York. Menlu Iran Abbas Araghchi Minggu mengatakan Tehran telah melihat reaksi awal Trump namun belum menerima balasan melalui mediator.
Proposal ini mirip MoU Juni yang runtuh bulan lalu karena perbedaan syarat, yang berujung eskalasi serangan di sekitar Selat Hormuz yang hingga kini tetap dalam blokade Iran.
Menurut Andreas Krieg, associate professor King’s College London, kalkulasi Trump cukup jelas: kombinasi blokade laut dan isolasi ekonomi akhirnya menekan Iran cukup keras sehingga proposal terbaru Tehran adalah bukti kelemahan, bukan tawaran yang harus segera diambil.
Namun menunggu juga berisiko. Jajak pendapat Reuters/Ipsos akhir Agustus menunjukkan 63% warga Amerika menentang perang AS-Israel vs Iran, sementara 31% mendukung. Kenaikan biaya bahan bakar jelang pemilu midterm November bisa jadi bumerang.
“Iran bertaruh besar pada waktu… Strateginya menjaga tekanan cukup tinggi sehingga akhirnya Trump kembali ke negosiasi sambil membuat pintu keluar itu semakin mahal,” kata Krieg.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam wawancara Al Jazeera Sabtu mengatakan negaranya tidak lagi percaya negosiasi dengan Washington setelah serangan terjadi selama putaran pembicaraan sebelumnya dan diikuti sanksi.
SUMBER:
Al Jazeera – Analysis – Usaid Siddiqui – Published On 27 Sep 2026 – US President Donald Trump waves board Marine One South Lawn White House 26 Sep 2026 [AFP]








