MANGGARAI BARAT, INFOZONE – Potensi wisata di Rangko, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur mulai bangkit pascagempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu.
Kini wisatawan bisa menikmati aktivitas baru kayaking menyusuri pesisir, mangrove, hingga Gua Rangko yang dilaporkan tidak terdampak gempa.
Aktivitas kayaking menjadi alternatif wisata selain wisata bahari yang selama ini jadi andalan Labuan Bajo. Dengan kayak, wisatawan diajak menyusuri perairan menuju kawasan mangrove, Gua Rangko, bahkan menyeberang ke Pulau Seraya.
Perpaduan petualangan, olahraga, dan eksplorasi alam ini diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan wisatawan untuk datang ke Flores.
“Kayaking juga bisa dikembangkan sebagai paket wisata berbasis masyarakat. Ini bisa menghubungkan beberapa daya tarik dalam satu perjalanan,” tulis ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah.
Saat ini tarif kayaking di Rangko berkisar Rp750.000 hingga Rp2 juta tergantung rute dan paket.
Kehadiran atraksi baru ini membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Mulai dari jasa pemandu, penyewaan peralatan, transportasi, kuliner, hingga penginapan.
Di tengah upaya pemulihan pariwisata pascagempa, pengembangan Rangko dengan tetap mengutamakan keselamatan, daya dukung lingkungan, dan kelestarian pesisir diharapkan bisa memperpanjang lama tinggal wisatawan di Manggarai Barat.
Sumber: http://Indonesia.go.id / ANTARA FOTO
Editor : R S








