RUTENG, Infozone – Polda Nusa Tenggara Timur terus memperkuat langkah evakuasi dan penanganan pascagempa bumi yang mengguncang Kabupaten Manggarai.
Hingga Sabtu 15/8/2026 pukul 17.20 WITA, data sementara mencatat 21 orang meninggal dunia. Proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung, terutama di wilayah Kecamatan Reok yang terdampak paling parah.
Sebagaimana dilansir dari laman Humas Polda NTT, Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan duka cita atas nama Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko.
“Polda NTT dan jajaran menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya para korban akibat gempa bumi di Kabupaten Manggarai. Kami turut berbelasungkawa kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Rincian korban meninggal sementara:
– Kecamatan Reok : 10 orang – Resny, Faisal, Habibi, Ruslin Ahmad, Hamide, Asia, Kristoforus B. Titi, Supriadin, Hendrikis Gampur, dan Yurnimia Yuldis
– Kecamatan Reok Barat : 4 orang – Mustamin, Rinto Harahap, Bunga Sari, dan Bibeng
– RSUD Ruteng : 3 orang – Romanus Tangkang, Yohana Madi, Herlina Matildis Bire
– Kecamatan Langke Rembong: 2 orang – Agustinus Magul dan Stevanus Jedaut
– Kecamatan Cibal : 1 orang – Fabianus Efika Jas
– Kecamatan Cibal Barat : 1 orang – Kristina Sri Murti
“Kami meminta seluruh personel di lapangan untuk mengedepankan keselamatan masyarakat dalam setiap proses evakuasi. Kondisi di sejumlah lokasi masih berisiko karena terdapat bangunan yang roboh dan kemungkinan korban masih berada di bawah reruntuhan,” tegas Kombes Henry.
Dampak gempa mengakibatkan kerusakan pada sedikitnya 351 fasilitas di Kabupaten Manggarai. Rinciannya meliputi fasilitas pemerintah, pendidikan, umum, tempat ibadah, dan fasilitas masyarakat.
Fasilitas pemerintah rusak berat : Kantor Bupati Manggarai, Kantor Dukcapil, Kantor Inspektorat, RSUD Ruteng, Dinas Koperasi UKM, Puskesmas Reo, Kantor Los Uji Kir.
Sektor pendidikan : Kampus Unika St. Paulus Ruteng dan SMA Budi Luhur Cancar rusak berat.
Fasilitas umum : SPBU Carep, Kantor Bank NTT, ruas Jalan Iteng–Rego, Terminal Reo, RS St. Rafael Cancar rusak berat.
Tempat ibadah : Gereja Paroki Fransiskus Asisi Karot dan Kapela Novisiat SMM rusak berat.
Dampak terbesar ada pada fasilitas masyarakat: 330 fasilitas, terdiri dari 290 rusak berat, 8 rusak sedang, 32 rusak ringan.
Di RSUD Ruteng, sebanyak 165 pasien saat ini dirawat di tenda darurat yang didirikan di pelataran dan sepanjang jalan depan RSUD. Personel kepolisian membantu pengamanan agar pelayanan medis tetap berjalan.
Imbauan Polda NTT
Polri juga melakukan pengamanan lokasi terdampak, pengaturan lalu lintas, dan pendataan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada terhadap gempa susulan maupun potensi bahaya dari bangunan yang telah mengalami kerusakan. Jangan memasuki bangunan yang rusak sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang,” kata Kabidhumas Polda NTT.
Kapolda NTT mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama membantu warga terdampak dan menjaga Kamtibmas selama masa tanggap darurat.
Sumber : Humas Polda NTT | Sabtu, 15 Agustus 2026, 06.55 WITA/ Dikutip dari Tribratanews Polri go id. : Editor Rita Senak, S. E.








