Perdana Di Kota Larantuka Buka Siklus III, SILC Talapia Tobo Baun Catat Simpanan Anggota Capai Rp27,65 Juta

InfoZone, -Larantuka |  Kelompok Simpan Pinjam dan Pembelajaran Masyarakat (SILC) Talapia Tobo Baun kembali menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Memasuki pembukaan Siklus III, kelompok yang beranggotakan 25 orang dari Kelurahan Sarotari Tengah dan Kelurahan Sarotari mencatat total simpanan anggota mencapai Rp27.650.000. pada pertemuan perdana.

Hal tersebut disampaikan Ketua SILC Talapia Tobo Baun, Ritha, kepada media usai kegiatan pembukaan Siklus III yang berlangsung pada Minggu, 7 Juni 2026.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen dan kedisiplinan seluruh anggota dalam menjalankan kegiatan menabung dan mengelola keuangan kelompok secara berkelanjutan.

“Kami bersyukur karena memasuki putaran ketiga ini, total simpanan anggota sudah mencapai Rp27,65 juta. Ini menunjukkan semangat anggota untuk terus menabung dan mengembangkan usaha ekonomi keluarga,” ujar Ritha.

Proses Simpan Pinjam Berjalan Tertib

Kegiatan pembukaan Siklus III berlangsung tertib, lancar, dan tepat waktu. Agenda yang dilaksanakan meliputi penyetoran simpanan anggota, dana sosial, hingga pelayanan pinjaman bagi anggota yang memiliki kebutuhan mendesak.

Dalam mekanisme SILC, anggota dapat memperoleh pinjaman dengan nominal yang disesuaikan berdasarkan jumlah simpanan yang dimiliki, dengan batas tertentu sesuai aturan kelompok.

Ritha menjelaskan bahwa selama dua siklus sebelumnya, tingkat pengembalian pinjaman atau angsuran anggota berjalan sangat baik dan tertib. Satu siklus berlangsung selama satu tahun, dengan pertemuan rutin dua kali setiap bulan yang dilaksanakan setiap hari Minggu.

SILC Pertama di Kota Larantuka

Mantan Ketua SILC Talapia Tobo Baun, Bung Sila, mengungkapkan bahwa kelompok yang dipeloporinya tersebut merupakan salah satu kelompok SILC pertama yang hadir di Kota Larantuka.

Menurutnya, keberadaan SILC telah memberikan dampak positif bagi anggota, terutama dalam membangun budaya menabung, mengembangkan usaha kecil, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

“Hingga saat ini SILC Talapia Tobo Baun telah membantu banyak anggota untuk menabung dan menjalankan usaha secara mandiri. Semua saling menopang dalam bidang ekonomi. Ada kekompakan dalam kelompok dan anggota menjadi lebih tertib mengatur keuangan rumah tangga di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan seperti sekarang,” jelas Bung Sila.

SILC Mutiara Siap Adopsi Praktik Baik

Pada kesempatan yang sama, Kelompok SILC Mutiara dari Kelurahan Larantuka yang baru terbentuk juga melakukan studi banding ke SILC Talapia Tobo Baun.

Rombongan yang dipimpin Ketua SILC Mutiara, Buce Montero, mengikuti secara langsung proses kegiatan kelompok, mulai dari tata kelola pertemuan, mekanisme simpan pinjam, hingga ruang diskusi dan evaluasi antaranggota.

Buce mengaku terkesan dengan kedisiplinan anggota SILC Talapia Tobo Baun yang mampu menjalankan seluruh proses kegiatan secara efektif dan tepat waktu.

“Kami sangat mengapresiasi SILC Talapia Tobo Baun. Proses simpan pinjam berjalan tertib, tepat waktu, dan semua anggota diberikan kesempatan untuk menyampaikan saran maupun kritik yang kemudian menjadi bahan perbaikan pada pertemuan berikutnya,” ungkap Buce.

Menurutnya, konsep SILC sangat membantu masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi keluarga.

“Ini semacam UMKM berbasis komunitas yang membuat kita lebih mandiri dalam mengelola keuangan rumah tangga. Hasil studi banding ini akan kami adopsi dan terapkan di kelompok kami di Kelurahan Larantuka,” tambahnya.

Hidupkan Budaya Menabung dan Kemandirian

Diketahui, dalam struktur SILC, anggota disebut Majelis Umum, sementara pengurus dikenal sebagai Komite Manajemen.

Program SILC yang berkembang di Flores Timur merupakan hasil kerja bersama para penggerak masyarakat, termasuk Bung Sila dan tim, yang selama ini aktif mendampingi pembentukan kelompok-kelompok SILC di berbagai desa dan kelurahan.

Gerakan ini bertujuan membangun kembali budaya menabung, meningkatkan literasi keuangan masyarakat, serta mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui sistem simpan pinjam berbasis komunitas. (*RS InfoZone Melaporkan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *