Indozone, Jakarta | Pemerintah ngebut pengembangan energi baru terbarukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Salah satu langkah utama: membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) secara masif di berbagai daerah.
Targetnya ambisius. Pemerintah membidik kapasitas PLTS mencapai 100 gigawatt (GW) dalam periode 2026 hingga 2028. Langkah ini untuk mendukung percepatan transisi energi bersih sekaligus memenuhi kebutuhan listrik nasional yang terus naik.
Potensi energi surya Indonesia dinilai sangat besar. Berada di kawasan tropis, intensitas sinar matahari tinggi sepanjang tahun jadi modal utama.
Masjid Istiqlal Sudah Pakai Panel Surya
Sejumlah fasilitas publik mulai beralih ke energi surya. Masjid Istiqlal Jakarta jadi contoh, sudah memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi ramah lingkungan.
Pemerintah mendorong pemanfaatan PLTS diperluas ke gedung publik, kawasan industri, hingga permukiman. Selain menekan emisi karbon, langkah ini juga untuk mencapai target net zero emission dan memperkuat kemandirian energi nasional di tengah tantangan global sektor energi.
Fakta Singkat
- Target: 100 GW PLTS periode 2026–2028
- Tujuan: Transisi energi bersih, kurangi fosil, penuhi listrik nasional
- Keunggulan: Indonesia punya intensitas matahari tinggi sepanjang tahun
- Contoh penerapan: Masjid Istiqlal Jakarta sudah pakai panel surya
Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Naufal Oktavian
Sumber : Indonesia go id.









