LARANTUKA , InfoZone | Sebanyak *66.000 bibit kelapa* akan membanjiri Kabupaten Flores Timur pada Tahun Anggaran 2026. Ribuan bibit ini menjadi amunisi utama program perluasan tanaman kelapa yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Tak hanya bibit, pemerintah pusat juga menyuplai 198.000 kg pupuk dan alokasi upah untuk 7.800 Hari Orang Kerja (HOK) guna memastikan program ini berjalan mulus di tingkat petani.
Kepala Bidang Produksi, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunter) Flores Timur, *Aloysius Tiba Payong*, mengatakan program ini adalah bagian dari kucuran APBN Rp56,6 miliar untuk sektor perkebunan Flotim.
“Khusus perluasan kelapa, anggarannya Rp1.563.600.000. Total bibitnya 66.000 anakan untuk 30 Poktan di 30 desa pada 8 kecamatan,” jelas pria yang akrab disapa Asis itu.
Rinciannya, anggaran Rp990 juta untuk pengadaan bibit, Rp950,4 juta untuk pupuk, dan Rp780 juta untuk HOK.
*Fokus Kepulauan: Solor 160 Ha, Adonara 180 Ha*
Dua pulau terluar, Solor dan Adonara, menjadi sasaran utama.
Untuk *Pulau Solor*, total perluasan mencapai *160 hektare (Ha)*.
– *Solor Timur 40 Ha:* Desa Wulublolong (20 Ha) dan Menanga (20 Ha).
– *Solor Selatan 120 Ha:* Tersebar di enam desa yakni Sulengwaseng, Lemanu, Kenere, Kalike, Kalike Aimatan, dan Bubu Atagamu.
Sementara *Pulau Adonara* kebagian 180 Ha dari data sebaran (dari total target 280 Ha termasuk daratan Flores).
– *Adonara Barat 120 Ha:* Menjadi yang terluas, mencakup 11 desa: Wureh, Pajinian, Bugalima, Homa, Danibao, Nimun Danibao, Duwanur, Waitukan, Woloklibang, Watobaya, dan Bukit Seburi II.
– *Witihama 40 Ha:* Desa Weranggere (20 Ha) dan Pledo (20 Ha).
– *Adonara Timur 20 Ha:* Desa Beloto.
Tak hanya kepulauan, daratan Flores juga ikut kebagian:
*Wulanggitang* 40 Ha (Waiula dan Boru Kedang), *Titehena* 40 Ha (Lewolaga dan Konga), *Tanjung Bunga* 20 Ha dan *Lewolema* 20 Ha (Painapang).
Asis berharap, dengan masuknya 66 ribu bibit ini, Flores Timur kembali menjadi salah satu sentra kelapa terbesar di NTT dan mampu mendongkrak pendapatan petani di desa-desa penerima.(*RS)







