InfoZone, Larantuka | Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUD Larantuka kembali menggelar kegiatan rutin bulanan dengan menghadirkan aksi bakti sosial berupa penataan taman bunga di area kantor, Sabtu (18 April 2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu gebrakan positif sejak kepemimpinan direktur RSUD yang baru definitif. Para anggota DWP terlihat antusias menata berbagai jenis tanaman bunga yang telah dikemas dalam media tanam yang asri dan menarik.
Ketua DWP RSUD Larantuka, Elsa Tukan, mengatakan bahwa penataan taman bunga di lingkungan rumah sakit bertujuan menciptakan konsep healing garden yang dapat membantu mempercepat pemulihan pasien, mengurangi tingkat stres, serta meningkatkan keindahan lingkungan.
“Kita harus fokus pada tanaman yang rimbun dan berwarna-warni agar menciptakan suasana yang tenang dan estetik,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya perawatan taman agar tidak menjadi sarang hama.
Elsa menjelaskan beberapa langkah dalam menata taman bunga di lingkungan RSUD, di antaranya:
Memilih tanaman yang sesuai, seperti bunga yang mekar bergantian agar taman tetap terlihat hidup sepanjang tahun, serta tanaman apotek hidup.
Mendesain healing garden dengan jalur yang nyaman bagi pasien dan pengunjung.
Melakukan perawatan rutin untuk menjaga kebersihan dan keindahan taman.
Menurutnya, penataan taman yang baik akan meningkatkan nilai estetika sekaligus kenyamanan rumah sakit.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh bidang dalam DWP turut berperan aktif, mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, hingga sosial budaya. Khusus pada pertemuan kali ini, bidang sosial budaya mendapat tanggung jawab menyusun rangkaian acara sekaligus memberikan edukasi kesehatan.
Salah satu materi yang disampaikan adalah pentingnya mencuci tangan dengan benar sebagai langkah sederhana menjaga kesehatan. Adapun langkah-langkah mencuci tangan yang dianjurkan meliputi:
Membasahi tangan dengan air mengalir dan menggosok sabun pada telapak tangan.
Menggosok punggung tangan secara bergantian.
Membersihkan sela-sela jari.
Membersihkan ujung jari dengan posisi saling mengunci.
Menggosok ibu jari secara bergantian.
Membersihkan ujung jari di telapak tangan, lalu membilas dan mengeringkan dengan tisu atau kain sekali pakai.
Selain itu, dijelaskan pula waktu-waktu penting untuk mencuci tangan, seperti sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan toilet, setelah memegang benda umum, hingga setelah kontak dengan hewan atau bahan kimia.
Menutup kegiatan, bidang sosial budaya mengajak seluruh anggota untuk mulai menerapkan pola hidup sehat dari hal kecil.
“Ayo ibu-ibu semua, mari kita mulai hidup sehat dari hal kecil, karena hidup sehat berawal dari perilaku kita sendiri,” ajaknya.
Rita Senak,SE InfoZone melaporkan









