Kadis PUPR Flotim Saul Lagadoni Hekin / Foto
Larantuka, Infozone | Akhir akhir ini kegaduhan terjadi di Kabupaten Flores Timur Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pasalnya salah satu OPD yakni Dinas PUPR dituding berani merubah “tata ruang” yang sudah ditetapkan berdasarkan RT/RW, tentang rencana pembangunan Huntap ( Hunian Tetap) Rumah Pengungsian Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Hal ini di sampaikan oleh Warga Huntara di Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur Propinsi Nusa Tenggara Timur yang berdampak langsung hingga saat ini masih bertahan di Poslap dan Huntara. Tidak ingin disebut namanya. Senin 5 Januari 2026.
Menurut Sumber, Kadis PU Saul Hekin diduganya merubah tata ruang RT RW tersebut sehingga akhirnya Kementrian Pusat membatalkan pembangunan perumahan huntap di Noboleto, akibatnya sudah 2 tahun belum ada perumahan yang dibangun.
” Kami sudah dua tahun Huntap belum jadi karena ulah mereka pejabat ini, Yang saya sesalkan lagi Sekda Flotim selaku kepala Birokrasi tidak mampu mengatur semua ini, sepertinya terkesan melakukan pembiaran terhadap masyarakat yang saat ini sedang susah,” keluhnya.
Atas dugaannya itu, warga ini menganggap Sekda Flotim tidak berpihak kepada masyarakat dan meminta Bupati Flotim Anton Doni melakukan pemecatan.
“Sekda tidak berpihak kepada Masyarakat. Lebih baik Bupati Anton Doni segera Copot Sekda saja, apalagi dia sedang Siap diri untuk Tugas belajar sehingga tidak Fokus kepada kami masyarakat yang membutuhkan pertolongan akibat Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Wulanggitang yang entah kapan berakhir, ” kata Sumber.
Lanjutnya lagi, Ianya mencurigai kalau Kadis PUPR melakukan perubahan terhadap RT RW dikarenakan adanya perintah dari atasan, Iapun mendesak agar pembantu Bupati Flotim yang tidak peduli dengan masyarakat supaya diganti.
Ada permainan apa lagi Saul Hekin sebagai Kadis PU kabupaten Flores Timur berbuat demikian tentunya ada perintah pejabat di atasnya sehingga ia berani lakukan hal ini serta korbankan masyarakat, Tipe pejabat begini tidak kerja dengan tulus buat lewotana, Bupati copot saja dan ganti yang lebih berkualitas untuk bangun Lewotana.
Terakhir, sumber minta pihak kepolisian Flotim tidak tinggal diam atas kejadian tersebut. “APH jangan lihat saja ini masalah besar dan berdampak hukum segera ambil tindakan terhadap kadis ini,” pungkasnya.
Sementara itu secara terpisah, Kadis PU Kabupaten Flores Timur Saul Lagadoni Hekin saat di konfirmasi Awak media menghindar namun Membantah kebenaran informasi yang ditujukan kepada dirinya.,” Siang juga, begitulah? Oke Bae itu semua tidak benar,” Kata Saul Lagadoni Hekin. Singkat
Rita Senak SE Infozone melaporkan









