Rawat Orang Tua di Rumah Sakit, Inilah Ungkapan Menyentuh dari seorang Bupati Afni Zulkifli 

Infozone | Bupati Siak Dr Afni Zulkifli SAP MSi diduga tengah merawat ayahnya jalani operasi jantung di Rumah Sakit, berikut ungkapan perasaannya yang diunggah di akun media sosial Facebook Afni Z. Sabtu 24 Januari 2026.

Beliau, bukan semata separuh tulang rusuk. Namun cinta pertama bagi sepasang anak kami.

Bacaan Lainnya

Hampir dua bulan terakhir, hanya hitungan jari bisa menemani persiapan operasi. Beliau lebih banyak bolak balik ke rumah sakit, tanpa ditemani istri dan keluarga lainnya. Hanya ditemani seorang staff saja. Keluar masuk ruang pemeriksaan, terkadang sendirian.

Bahkan pada pemeriksaan terakhir jelang operasi besar hari ini, saya masih disibukkan dengan pekerjaan, memperjuangkan kepentingan Siak karena tak bisa diwakili. Beliau dalam sakitnya, selalu ikhlas memaklumi.

Barulah kemarin saya bertemu dengan beberapa tim dokter yang akan mengoperasi beliau. Kata Dokter, operasinya hari ini lebih kurang berjalan 6-8 jam. Jika lancar, pasca operasi perlu dirawat di ICU/PICU, dan butuh beberapa hari lagi setelahnya untuk perawatan intensif.

Saya berterimakasih, semua Dokter dan perawat memberikan kami energi positif. Banyak nasehat dan bertubi-tubi diberi kata semangat.

“Ada yang mau disampaikan atau ditanyakan lagi Ibu Bupati..?”. Tanya Dokter tidak saya respon dalam bentuk jawaban, tapi permintaan “Saya tidak punya ilmu apapun soal bedah jantung ini. Di ruang operasi, saya titip Ayahnya anak-anak pada seluruh tim Dokter. Mohon lakukan yang terbaik dan kami bisa pulang ke rumah secepatnya,”. Itu saja.

Beliau dan anak-anak berkorban banyak hal, sangat banyak, dan saya pastikan tak akan pernah bisa dikembalikan sampai kapanpun. Oleh siapapun. Dengan cara apapun.

Di rumah, beliau adalah Kepala Rumah Tangga. Bagi anak-anak, beliau adalah segalanya. Bagi relawan dan simpatisan, beliau adalah sang Jenderal perang. Dan kini beliau maju ke medan perangnya nyaris sendiri, tanpa mau membebani.

Baru saja saya mengantarkannya ke ruang operasi. Tidak ada keramaian, hanya ada kami.  Selanjutnya menunggu jalannya operasi besar sepanjang hari, dan kiranya Allah Swt senantiasa menjaga sampai berkumpul kembali.

Akhir kata, mengatup sembah jari sepuluh, kami sekeluarga berterimakasih atas segala simpati, doa dan semangat yang mengalir luar biasa. Terimakasih untuk banyak kantong darah yang disumbangkan para pendonor. Saya terharu, begitu banyak orang-orang baik mengelilingi.

Terimakasih untuk setiap ketulusan yang diberi. Mohon maaf bilamana ada hati yang tak sengaja kami sakiti. Tetap saling mendoakan yang terbaik satu sama lain. Al Fatihah…

 

Sc akun Facebook Afni Z

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *