Kadishub Lembata Jon Arimon bersama wakil Bupati Kabupaten Lembata
M. Natzir/ Foto.
Lembata, Infozone | Dishub Kabupaten Lembata, John Arimon, Membeberkan hingga saat ini Pelabuhan Ferry Waijarang belum dapat dioperasikan secara normal karena masih terdapat sejumlah persoalan teknis yang belum sepenuhnya ditangani. Ini dikatakan Arimon kepada Awak media di ruang kerjanya, Rabu (21/01/2026)
Arimon menegaskan sebelumnya pihak ASDP secara lisan menyatakan kesediaannya untuk melakukan uji coba terbatas sandar kapal di Pelabuhan Very. ” Namun, dalam prosesnya hingga saat ini tidak ada aktivitas apapun bahkan sandar di pelabuhan waijarang pun tidak sama sekali. Bahkan sampai saat ini Pihak asdp tarik ulur dengan berbagai alasan yang disampaikan oleh pihak ASDP mereka,”Tuturnya lagi.
Menurut arimon, alasan mereka soal kolam labuh yang kotor dan adanya dolphin yang miring serta tumbang ke arah darat. Itu sudah ditindaklanjuti dengan pembersihan,” Ungkap John.
Menurut dirinya sebagai Pimpinan dan orang nomer satu di dinas perhubungan kabupaten Lembata, upaya pembersihan kolam labuh telah dilakukan, termasuk penanganan terhadap dolphin yang tumbang.
Bahkan, upaya tersebut dilakukan hingga dua kali, dan dolphin yang tumbang tersebut dinilai sudah jatuh dengan sendirinya serta tidak lagi mengganggu olah gerak kapal saat sandar.
“Dolphin yang tumbang itu tidak mengganggu manuver kapal. Wakil Bupati juga turun langsung membantu proses pembersihan kolam labuh,” tambahnya.
Namun demikian, lanjut John, setelah persoalan tersebut ditangani, pihak ASDP kembali menyampaikan alasan lain, yakni kapten kapal yang tidak berani melakukan sandar uji coba di Pelabuhan Ferry.
“Sekarang alasannya kapten tidak berani. Padahal armada ferry ada, sudah sekitar tiga minggu tidak beroperasi karena cuaca ekstrem,” Terang Arimon.
Arimon mengakui, secara teknis Pelabuhan Very memang masih belum sepenuhnya layak karena masih terdapat struktur dolphin yang perlu penanganan lanjutan. Meski begitu, ia menyebut ada kapten kapal yang menyatakan kesediaan untuk melakukan uji coba sandar.
Terkait kondisi tersebut, Bupati Lembata telah menerima laporan mengenai kerusakan pelabuhan beserta langkah-langkah penanganannya hingga saat ini Bupati Lembata telah menyurati Gubernur NTT untuk selanjutnya bagaimna Kami dinas teknis menunggu arahan Pimpinan saja, Jujur Kapal very tidak masuk ini kasian yang korban masyarakat kecil.
Mobil besar yang seharusnya sudah di berangkatkan tetapi justru tertahan sehingga keluhan itu sudah masuk ke kami OPD teknis, Saya berharap secepatnya Cuaca extrim ini cepat usai agar pihak ASDP kembali beroperasi seperti sedia kala sehingga masyarakat kami tidak menjadi korban,”Jelas Arimon.
Bupati juga, kemudian memerintahkan agar pihak ASDP menyampaikan sikap dan keputusannya secara resmi melalui surat,”Lanjutnya lagi
“Bupati minta ASDP bersurat secara resmi. Jadi komunikasi tidak lagi lisan, tapi formal dan jelas,” tegas John.
Pemerintah Kabupaten Lembata berharap adanya komunikasi resmi dari ASDP agar ada kepastian terkait pengoperasian kembali Pelabuhan Ferry Waijarang demi kelancaran transportasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Rita Senak SE Infozone melaporkan









