Flores Timur, Infozone | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menangis kala menyinggung YBR, siswa sekolah dasar (SD) di Ngada yang bunuh diri gegara permintaan membelikan buku dan pensil tak bisa dipenuhi ibu kandungnya. Laka Lena menyinggung kematian siswa SD itu saat peluncuran NTT Mart di Flores Timur, Kamis (5/2/2026) malam.
“Kami orang NTT tidak miskin kepedulian. Kita sebagai manusia, kemanusiaan kita menjaga sekeliling kita. Saya ambil tanggung jawab ini, cuma saya minta ini yang terakhir. Konsekuensi apa pun saya siap. Jangan orang mati sia-sia model begini. Para bupati yang pegang kuasa hari ini, kita mati cuma ditempat berukuran 2×1 meter,” ujar Laka Lena.
Ancam Penjarakan Pemanipulasi Data Orang Miskin
Laka Lena juga meminta agar tidak mempermainkan data kemiskinan. Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu mengancam akan memenjarakan orang yang memanipulasi data kemiskinan atau mempersulit orang miskin menerima bantuan.
“Data kemiskinan jangan main-main lagi, jangan persulit orang miskin untuk terima dia punya bantuan. Siapa pun yang bersalah dihukum seberat-beratnya, lebih hebat daripada menghukum koruptor,” terang Laka Lena.
Laka Lena menilai tindakan mempermainkan data kemiskinan merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Ia menegaskan pilihan politik berbeda dengan urusan kemiskinan.
“Setelah ini, siapa main-main data kemiskinan namun karena urusan politik akan diproses. Sudah cukup kita berpura-pura di republik ini. Undang-undang ini mesti kita ubah. Harus ada pertobatan bersamaan,” tegas Laka Lena Gubernur NTT.
Video : Cuplikan Pidato Gubernur NTT
Rita Senak SE Infozone melaporkan









