Jakarta, Infozone | Presiden Indonesia membantah membuat komitmen finansial apa pun dan memperingatkan Jakarta akan keluar dari dewan jika mereka mengecewakan Palestina
Presiden Indonesia, yang mendapat kecaman di dalam negeri karena mendaftar ke “Dewan Perdamaian” yang dipimpin Presiden AS Donald Trump, bersikeras bahwa negaranya tidak akan membayar biaya bergabung sebesar US$1 miliar untuk keanggotaan permanen.
Jakarta hanya mengerahkan pasukan penjaga perdamaian untuk inisiatif tersebut, kata Prabowo Subianto dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di saluran YouTube kepresidenan pada hari Minggu.
“Dewan Perdamaian” dibentuk setelah pemerintahan Trump, bekerja sama dengan Qatar dan Mesir, merundingkan gencatan senjata pada bulan Oktober untuk menghentikan perang dahsyat selama dua tahun di Gaza.
Negara-negara yang ingin menjadi anggota tetap harus membayar US$1 miliar, sehingga memicu kritik bahwa dewan tersebut dapat menjadi versi Dewan Keamanan PBB yang “bayar untuk bermain”.
Pengunjuk rasa Indonesia menginjak bendera AS saat unjuk rasa di luar Kedutaan Besar AS di Jakarta pada 13 Maret. Foto: EPA
Prabowo, mantan jenderal, mendapat kecaman dari kelompok Muslim Indonesia karena bergabung dengan dewan tersebut dan berjanji untuk mengirim 8.000 pasukan penjaga perdamaian ke Gaza.
Source: South China morning post









