Bupati Lembata Tinjau Sentra Pengembangan Ternak Babi Bukit Hog, Perkuat Ekonomi Rakyat dan Buka Akses Pasar Timor Leste

Lewoleba, Infozone| Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P, meninjau secara langsung Sentra Pengembangan Ternak Babi Bukit Hog yang berlokasi di Kelurahan Selandoro, Kecamatan Nubatukan, Jumat (9/1).

Kunjungan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lembata dalam merealisasikan visi pembangunan daerah melalui kerja konkret, khususnya di sektor peternakan, ketahanan pangan, dan peningkatan ekonomi rakyat.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Ia menegaskan bahwa kawasan Bukit Hog dirancang sebagai pusat penampungan, karantina, dan pemasaran ternak babi milik masyarakat dengan sistem pengelolaan yang tertib, sehat, dan profesional.

Pemerintah daerah telah membangun 60 unit kandang ternak menggunakan APBD II, lengkap dengan kandang karantina, pos penjagaan, serta fasilitas pendukung lainnya. Seluruh ternak yang dibeli dari masyarakat diwajibkan menjalani masa karantina selama 14 hari sebelum ditempatkan di kandang utama guna memastikan kondisi kesehatan ternak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Setiap ternak harus melalui proses karantina terlebih dahulu. Ini penting untuk menjamin kesehatan hewan, mencegah penyebaran penyakit, serta menjaga kualitas ternak yang akan dipasarkan,” tegas Bupati.

Bupati juga menekankan pentingnya sistem pengawasan dan penjagaan yang ketat, termasuk pengaturan lalu lintas keluar masuk ternak di kawasan tersebut. Untuk mendukung pengelolaan yang optimal, kandang dibangun dengan ukuran standar 160 x 70 cm dan dilengkapi pos jaga sebagai pusat kontrol aktivitas di kawasan sentra ternak.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa program pengembangan ternak ini tidak berorientasi pada keuntungan semata, melainkan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada peternak kecil agar memiliki akses pasar yang jelas dan harga jual yang adil.

“Pemerintah menyiapkan simulasi penentuan harga agar peternak tidak dirugikan. Tujuan utama program ini adalah membantu masyarakat dan memperkuat ekonomi rakyat,” ujar Bupati.

Untuk memastikan tata kelola yang profesional dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Lembata juga telah menyiapkan struktur organisasi pengelola kawasan ternak Bukit Hog. Struktur ini diharapkan mampu menjamin pengelolaan yang transparan, tertib, dan berkesinambungan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tengah menyiapkan lokasi pemasaran ternak serta menjajaki kerja sama dengan pengusaha ternak babi dari Timor Leste. Kerja sama ini membuka peluang pasar lintas negara bagi ternak babi asal Kabupaten Lembata.

“Pada tanggal 22 Januari 2026, pengusaha dari Timor Leste dijadwalkan datang ke Lembata untuk meninjau langsung kesiapan lokasi serta membahas lebih lanjut kerja sama pemasaran ternak,” ungkapnya.

Rencana launching pembelian ternak dari masyarakat diproyeksikan akan dilaksanakan pada Februari 2026, dengan cakupan distribusi pemasaran di wilayah Selandoro dan daerah tujuan lainnya.

Melalui pengembangan Sentra Ternak Bukit Hog, Pemerintah Kabupaten Lembata berharap dapat menciptakan sistem pemasaran ternak yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan pendapatan peternak serta memperkuat ketahanan pangan daerah hingga ke pasar internasional.

Rita Senak, SE Infozone melaporkan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *