Bupati Lembata Hadiri Tahbisan Uskup Larantuka, Teguhkan Semangat “Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Harapan”

Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq dan istri bersama Uskup Larantuka Yohanes Hans Monteiro/ Foto 

Larantuka, Infozone| Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapo Bali, A.P., M.T., menghadiri perayaan Tahbisan Uskup Keuskupan Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, yang berlangsung khidmat di Gereja Katedral Reinha Rosari, Kabupaten Flores Timur.

Bacaan Lainnya

Mgr. Yohanes Hans Monteiro ditunjuk oleh Paus Leo XIV pada 22 November 2025 dan secara resmi menerima Tahbisan Episkopal dalam perayaan yang dipimpin oleh Uskup Penahbis, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Uskup Emeritus Larantuka. Turut mendampingi sebagai uskup ko-konselebran, Mgr. Paulus Budi Kleden, Uskup Agung Ende, dan Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, Uskup Maumere.

Perayaan agung ini dihadiri Pelaksana Tugas Duta Besar Vatikan, 38 Uskup se-Indonesia, Direktur Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Anggota DPR RI, Gubernur Nusa Tenggara Timur, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi NTT, Bupati Flores Timur, Bupati Sikka, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata, para imam, biarawan-biarawati, tokoh masyarakat, tokoh adat, insan pers, serta lebih dari 5.000 umat yang memadati Katedral Larantuka.

Dalam sambutannya, Mgr. Fransiskus Kopong Kung menegaskan bahwa tahbisan ini bukan semata karya manusia, melainkan karya Roh Kudus. “Hari ini, bukan saya yang mentahbiskan kamu, tetapi Roh Kuduslah yang mentahbiskan kamu menjadi Uskup. Terimalah tugas dan tanggung jawab ini dengan penuh kasih. Kami semua percaya dan mendoakan,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutan perdananya sebagai Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro menekankan bahwa tahbisan episkopal adalah panggilan dan rahmat Allah, bukan kehendak pribadi.

“Tahbisan Episkopal bukan pertama-tama suatu kehormatan pribadi, melainkan sebuah pelayanan bagi Gereja. Saya tidak datang sebagai pemilik Gereja, melainkan sebagai pelayan persekutuan, penjaga kesatuan, dan saksi pengharapan,” ungkapnya.

Mengutip ajaran Konsili Vatikan II dalam Lumen Gentium 21, ia menegaskan bahwa episkopal adalah kepenuhan sakramen tahbisan yang menempatkan seorang Uskup dalam kesinambungan para rasul sebagai tanda kehadiran Kristus di tengah umat-Nya.

Uskup Hans juga menyampaikan refleksi mendalam tentang makna salib dalam panggilan imamat. “Imamat tanpa salib berarti kekuasaan. Imamat dengan salib berarti penyerahan diri dan pengorbanan. Di salib dan melalui salib, panggilan dimurnikan,” tuturnya.

Ia mengakui bahwa perayaan tahbisan berlangsung di tengah situasi keuskupan yang masih terluka akibat erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur serta aktivitas fluktuatif Gunung Ile Lewotolok di Lembata. Dalam situasi ini, Gereja dipanggil untuk hadir, mendengarkan, dan menemani umat dengan kasih dan solidaritas.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya menekankan pentingnya solidaritas dan persatuan, sejalan dengan moto episkopal Uskup baru, “Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes” (Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Harapan). Ia menyebut kehadiran Uskup Hans sebagai momen berharga bagi Keuskupan Larantuka dan Provinsi NTT, seraya mendoakan kesehatan Uskup Emeritus Mgr. Fransiskus Kopong Kung.

Mewakili Menteri Agama RI, Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama, Suparman, menegaskan bahwa Gereja memiliki peran strategis sebagai pemimpin moral yang memberi energi baru bagi pelayanan umat dan kontribusi bagi bangsa. Ia menilai kesiapan Mgr. Hans kembali melayani di tanah kelahirannya menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun umat.

Dalam sesi wawancaranya, Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., menyampaikan ucapan selamat dan harapan penuh makna atas Tahbisan Episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro sebagai Uskup Keuskupan Larantuka.

“Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Lembata, saya menyampaikan selamat dan proficiat kepada Mgr. Yohanes Hans Monteiro atas Tahbisan Episkopal sebagai Uskup Keuskupan Larantuka. Ini adalah rahmat dan kebanggaan bagi Gereja serta masyarakat Nusa Tenggara Timur. Kami percaya, di bawah kepemimpinan beliau, Keuskupan Larantuka akan semakin bertumbuh sebagai Gereja yang dewasa, mandiri, dan misioner dalam semangat Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes – satu tubuh, satu roh, satu harapan.”

“Di tengah berbagai tantangan, termasuk situasi bencana yang masih dirasakan umat di Flores Timur dan Lembata, kehadiran Gereja sangat dibutuhkan sebagai sumber penguatan iman, solidaritas, dan kepedulian sosial. Pemerintah Kabupaten Lembata siap bersinergi dan berjalan bersama Gereja demi membangun masyarakat yang rukun, beriman, dan sejahtera. Tuhan memberkati pelayanan Mgr. Hans Monteiro.”ucap bupati

Kehadiran Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Lembata dalam momentum bersejarah ini merupakan bentuk dukungan dan sinergi antara pemerintah daerah dan Gereja dalam membangun masyarakat yang beriman, rukun, dan sejahtera.

 

Rita Senak SE Infozone melaporkan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *