Pada Foto : Bupati Flotim Anton Doni kaos coklat Saat bersama Gubernur NTT Melki Lakalena berbaju tenunan coklat.
Flotim, Infozone| Bupati Anton Doni berulah fatal lagi, Begitu sorotan sejumlah Nitizen dan Publik Flores Timur di moment penting PenTahbisan Uskup Larantuka Yohanes Hans Monteiro.
Menurut salah seorang Nitizen yang sempat Viral dan Beradu komentar di Medsos sangat ramai di Perbincangkan akibat Dugaan kuat Bupati Flotim Anton Doni Dihen memakai Busana Pilihan tidak pas pada moment tersebut ,”Ucap Nitizen MJ.
Saat yang bersamaan Akun Anonim juga mengatakan kalau Bupati memakai Kostum ataupun Pakaian, dalam menerima tamu besar tidak menjaga Wibawa Kabupaten nya sendiri.
“Ini Wibawa Flores Timur,” Jelas kami kritik,” Kalau pribadi Anton Doni ya silahkan. Tapi Beliau ini Bupati Flotim
Ya, Bupati kami semua, Yang menonton ini Dunia, Moment besar PenTahbisan Uskup Hans Monteiro baru kejadian seperti ini dan kesekian kali,,
Protokuler perhatikan itu cara berpakaian bupati kan sudah di atur sesuai SOP, Jangan buat pencitraan yang berlebihan,”Urainya.” Kalau sudah di atur oleh Negara itu ikut aturan,”
Lanjutnya lagi, “Anggaran Pos Bupati tahun 2025 dan 2026 itu ratusan juta untuk Belanja Pakaian Bupati mulai dari Seragam Nasional Kebangsaan dan Tenunan Lokal Lamaholot ciri khas dan Marwah Lamaholot. Saya cek belanja pakaian bupati tahun 2025 ludes terpakai dan 2026 pun mulai terbelanjakan.
Tapi Aneh dan memalukan di jagat Maya dan alam nyata Bupati Anton Doni tidak kenakan pakaian yang belanja dari uang rakyat ini seperti pada Moment penjemputan Gubernur NTT, si Bupati ini pake Bajo Kaos kaya lagi piknik di pantai, yang tidak berwibawa dalam Tata busana pejabat negara. Bupati dan Pake Semi Jas kaya orang piknik ke bandara ketika ikut Misa tabhisan Uskup Larantuka.
Jangan sampai belanja pakaian pake uang negara itu Fiktif dan uang masuk saku sehingga tidak ada baju? Jika bupati tidak mau pake maka uang itu simpan dan beri ke anak2 miskin untuk belanja seragam sekolah. “Komentarnya.
Pada Foto : Mgr.Yohanes Hans Monteiro Uskup Larantuka Baju hitam (Semi Jas) Bupati Flotim Anton Doni Dihen tanpa memakai Lambang sebagai seorang Bupati
Herannya Gubernur dan bupati dari luar daerah, datang misa thabis Uskup pake pakaian TENUNAN LOKAL daerahnya sebagai kebanggaan rakyat budaya kabupatennya sekaligus identitas kewibawaan wilayah, termasuk hargai karya luhur nenek moyangnya, tapi bupati Anton Doni Dihen pake semi Jas asal budaya Eropa seolah malu dan tidak hargai tenunan Lamoholot.
Pak Bupati..Kamu mau berusaha pencitraan tampil sederhana tapi salah main, Kamu harus sadar bahwa bapa adalah Pejabat Negara Bupati yang tata pakaiannya di atur oleh tata pemerintah belanja pake uang rakyat dan tidak ada nomenklatur belanja BAJO KAOS dan SEMI JAS Eropa.
Jika rakyat Flotim paksa bupati pake Pakaian Tenunan Lokal Lamaholot karena mereka ingin kan Marwah dan Wibawa Flotim terbaca dalam tenunan yang bapa pakai, sekaligus promosi mendunia hari ini ketika Bupati Pakai Baju Tenunan Lamaholot terbaik menyebar di Jagat Maya dan pasti angkat harga pasar Tenunan Lamaholot kita,
Bukan senang karena baju kaos dan semi jas pura2 OPE AKA tipu2 sederhana. Bapa makin salah jalan dan salah banyak setiap hari…bahaya bapa..ini tanda tidak baik ke depan..saran saya pulang rumah renung baik2 mungkin ada yang salah terkait budaya adat sehingga bapa seperti bingung2 kehilangan kharismatik dan tidak tampak kewibawaan di depan umum.
Refleksi secara Budaya bapa.
Kami kritis ini Untuk Jabatan Bupati Flotim bukan untuk Pribadi Anton Doni yang bebas berpakaian.Sebagai Bupati bapa berpakaian wajib sesuai tata protokol dengan uang negara jadi tidak bisa suka2 pake kaya di pasar pencitraan sederhana palsu.Coba pencitraan Inovasi Lompatan Jauh Bae..
Polisi Jaksa silakan masuk periksa belanja Pakaian Bupati dari uang negara ini.Di duga Fiktif dan di Korupsi buktinya laporan di belanjakan tapi tidak di pakai Bupati.
Saat yang terpisah A ak media berusaha menghubungi bagian Prokopim Kabupaten Flores Timur tetapi belum berhasil ditemui. sampai berita ini di turunkan.
Rita Senak SE Infozone melaporkan.









