Larantuka, Infozone| Ramainya berburu takjil jelang buka puasa perdana di kota Larantuka sangat ramai.
terlihat Warga berbondong-bondong antri untuk membeli Takjil di sepanjang trotoar ruas jalan depan Pasar Inpres Kota Larantuka, Kelurahan Ekasapta, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Lokasi ini menjadi tempat favorit warga muslim untuk berburu takjil selama Ramadan. Bermacam jajanan, minuman, hingga lauk pauk bisa ditemukan di sini.
Ada kue basah, kolak, Es buah, aneka macam es, gorengan, serta makanan seperti nasi campur. Harga makanan dan minuman sangat terjangkau dengan harga standar Rp5.000. hingga 10 ribuan.
Terlihat mulai sore hari di depan Pasar Inpres Kota Larantuka sudah mulai ramai dikunjungi umat Islam sembari menunggu waktu buka puasa.
Pedagang membuka lapak pukul 13.00 hingga 21.00 Wita.
Salah satu pengunjung bernama Marsela,Usia 35 tahun mengatakan sering berbelanja takjil di depan Pasar Inpres Larantuka. Warga asal Desa Welo ini mengaku setiap tahun selalu mengunjungi tempat ini.
Selain karena harganya terjangkau, takjil yang dijual juga enak-enak. Ia pun rela mengantri untuk memperoleh takjil yang ia mau. “Tiap tahun ke sini, harganya murah dan terjangkau kaka,” kata Marsela kepada Awak Media Kamis 19 Pebruari 2026.
Tak hanya itu yang membeli serta berburu Takjil juga bukan hanya dari Umat Muslim. Namun ada juga dari Umat yang beragama lain seperti Katolik juga berbelanja takjil.
Menurut Marlin, Iya, saya suka Takjilnya selain enak rasanya kami juga ingin bersantai di sore hari dengan membeli beberapa macam jenis Takjil,”Urainya lagi.
Seorang pedagang,Siti usia 45 tahun, juga mengatakan pasar baru hanya ada setiap Ramadan. Pada hari biasa, lokasi tersebut hanya jalan biasa berupa gang kecil yang setiap hari dilalui warga. “Setiap Ramadan saja. Kalau hari biasa ini jalan biasa,” kata pedagang asal Padang yang berdomisili di Kampung Baru Kelurahan Ekasapta.
Ia menjual aneka macam takjil, di antaranya bubur sumsum, bubur kacang hijau, bubur ketam hitam, es buah, es pisang hijau, lauk ikan, dan sayur, kue dadar, lopis, onde-onde ketan. Harganya standar Rp5.000. Jajanannya selalu habis diborong pembeli. “Sampai malam saya jualan di sini,” ujarnya lagi.
Rita Senak SE Infozone melaporkan









