BANGKOK, INFOZONE – Sawit bukan cuma soal CPO, tapi soal nasib jutaan petani!
Menteri Keuangan Suahasil Nazara dorong investasi swasta masuk lebih dalam ke industri sawit, di forum Plantation360: Mobilizing Private Capital for More and Better Jobs, Bangkok, Selasa (13/10/2026).
Forum ini digelar EDS16 dan CPOPC. Menkeu tegas: Indonesia punya 16,8 juta hektare sawit, 41% dikelola petani rakyat (smallholders). Jadi masa depan sawit = kesejahteraan desa.
“Pertanyaannya bukan berapa besar modal, tapi kemana modal mengalir dan apa hasilnya. Modal swasta harus jangkau seluruh rantai nilai, termasuk bantu pekebun akses pembiayaan, teknologi, pasar, dan pengetahuan,” ujar Menkeu.
Ada 3 jurus yang ditekankan Menkeu:
1. Jadikan keberlanjutan sebagai daya tarik investasi. Hilirisasi pangan, oleokimia, biomaterial, plus energi sawit: B50, green diesel, SAF (sustainable aviation fuel), minyak jelantah, sampai bensin berbasis pertanian.
2. Peran pemerintah & lembaga pembiayaan. Butuh risk sharing, bantuan teknis, penyiapan proyek untuk tarik swasta. BPDP Kelapa Sawit didorong transparan untuk peremajaan kebun rakyat, skill, riset, infrastruktur.
3. Pekebun jadi pemain inti, bukan cuma pemasok. Petani harus jadi produsen & wirausaha. Buka kerja di agribisnis, logistik, pengolahan, layanan digital, teknologi.
Menkeu juga ingatkan penegakan hukum. Sejak Feb 2025, Satgas Penertiban Kawasan Hutan sudah tertibkan dan kembalikan 6,2 juta hektare hutan yang dipakai ilegal, termasuk sawit.
“Debat sawit harus bergerak melampaui pilihan sederhana antara pembangunan dan keberlanjutan. Keduanya bisa saling memperkuat. Itulah potensi Plantation360,” pungkasnya.
SUMBER:
Siaran Pers Kementerian Keuangan RI – 13 Oktober 2026 17:33 WIB – Kepala Biro KLI Deni Surjantoro







