Foto: Ilustrasi Ai ( Dola)
JAKARTA, INFOZONE – Air minum kini tersedia dalam berbagai jenis, salah satunya air demineral yang banyak beredar di pasaran. Air ini disebut-sebut sangat murni karena mineral terlarutnya dihilangkan, sehingga muncul pertanyaan apakah aman diminum setiap hari.
Melansir studi Frantisek Kozisek dari National Institute of Public Health Republik Ceko, Senin (5/10/2026), air demineral adalah air yang sebagian besar atau hampir seluruh mineral terlarutnya seperti kalsium, magnesium, natrium, dan kalium telah dihilangkan.
Proses pemurniannya membuat jumlah total padatan terlarut atau Total Dissolved Solids (TDS) menjadi sangat rendah. Air demineral bisa dibuat melalui metode distilasi, deionisasi, filtrasi membran reverse osmosis (RO), nanofiltrasi, dan elektrodialisis.
Untuk industri, distilasi dan deionisasi umum digunakan untuk kemurnian tinggi, sedangkan sistem RO lebih sering untuk komersial dan rumah tangga.
Perlu diketahui, air demineral tidak selalu sama dengan air yang telah didisinfeksi. Penghilangan mineral saja tidak otomatis menjamin bebas dari mikroorganisme.
Lantas apakah cocok untuk diminum harian? Jawabannya tergantung sumber, pengolahan, dan standar air minum. Air demineral yang belum diremineralisasi memiliki mineral esensial sangat rendah, sehingga tidak ideal jadi satu-satunya sumber air minum jangka panjang.
Air hasil desalinasi misalnya bisa ditambahkan kembali mineral tertentu, namun komposisinya tetap berbeda dan belum tentu menyediakan semua mineral signifikan.
Meski begitu, minum air tanpa mineral tidak serta-merta ‘menguras’ mineral dari tulang atau sel. Sebagian besar kebutuhan mineral dipenuhi dari makanan, bukan air.
Jadi fokuslah pada keamanan air, pola makan seimbang, dan petunjuk produsen.
Sumber: Tribratanews.polri.go.id
Studi: Frantisek Kozisek – National Institute of Public Health Republik Ceko







