Tangis Bupati Siak Pecah! 3 Guru Tinggal 1 Rumah Kayu di Dusun Mungkal, 10 Tahun Tak Punya Rumah

Oplus_16908288

SIAK, INFOZONE – Momen haru terjadi di wilayah 3T Kabupaten Siak. Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli tak kuasa menahan tangis saat meninjau pembangunan rumah guru di Dusun Mungkal, Jumat (2/10/2026) malam.

Air mata Afni pecah setelah melihat langsung kondisi tiga guru yang selama ini harus tinggal bersama keluarganya dalam satu rumah kayu yang sempit.

Bacaan Lainnya

“Astaghfirullah…” ucap Afni lirih sambil menundukkan kepala.

Rumah yang ditempati tiga keluarga tersebut menjadi potret nyata perjuangan tenaga pendidik di pelosok Siak. Di tengah keterbatasan fasilitas dasar, para guru tetap menjalankan tugas mendidik anak-anak yang jauh dari pusat pemerintahan.

“Kita sama-sama tinggal di daerah yang kaya,” kata Afni dengan suara bergetar.

Menurut Afni, masih adanya guru yang tinggal dalam satu rumah bersama keluarga masing-masing menunjukkan masih terdapat pekerjaan besar yang harus diselesaikan pemerintah daerah.

Keterbatasan itu bukan hanya dirasakan para guru. Anak-anak sekolah di Dusun Mungkal juga belum memiliki bus sekolah. Mereka harus menempuh perjalanan hampir dua jam untuk pergi dan pulang sekolah. Sebagian bahkan harus berdesakan dan berdiri selama perjalanan.

“Ini salah kita. Kita belum bisa belikan buku sekolah,” ujar Afni.

” Saya baru jadi Bupati, baru satu tahun. Masih banyak rakyat kami yang masih seperti ini,” katanya.

Afni diketahui dilantik sebagai Bupati Siak pada 4 Juni 2025. Sejak memimpin, Pemkab Siak menghadapi tekanan fiskal akibat keterbatasan anggaran, warisan utang serta pengurangan Transfer ke Daerah (TKD).

Oplus_16908288

Namun, pembangunan rumah guru di Dusun Mungkal kini mulai dilakukan melalui dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Bagi salah seorang guru yang telah mengabdi sekitar 10 tahun, pembangunan rumah itu menjadi kabar yang sangat berarti. “Alhamdulillah, setelah 10 tahun mengabdi, baru sekarang mungkin saya punya rumah,” ujarnya sambil menahan tangis.

Selain rumah guru, Afni juga menyoroti kebutuhan bus sekolah, listrik hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum menjangkau seluruh wilayah 3T. Pemkab Siak mengaku telah berulang kali menyampaikan persoalan tersebut kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

“Sudah lama kami sampaikan, bermohon-mohon di setiap kesempatan. Tapi entah kapan dapat jawaban,” ujarnya.

Afni juga mempertanyakan rencana pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas Siak yang disebut akan kembali terjadi tahun depan.

“Bagaimana mungkin sebegitu teganya ada DBH Migas kami dipotong sampai 70 persen tahun depan?” kata Afni.

Bagi Afni, DBH Migas bukan sekadar angka dalam APBD. Anggaran tersebut berkaitan langsung dengan kemampuan pemerintah daerah memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk menyediakan rumah guru, buku sekolah, transportasi anak-anak, listrik dan infrastruktur di wilayah pelosok.

Oplus_16908288

“Banyak rasanya salah kami pada rakyat. Semoga Allah SWT memaafkan dan meridhoi apa-apa yang kami perjuangkan,” tutupnya.

 

Sumber: Media Center Riau

 

Pasang Iklan di Infozone - 5000+ pembaca

👆 Klik untuk Pasang Iklan - Mulai 5.000+ / hari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *