Lestari Moerdijat: Pancasila Jangan Cuma di Upacara, Ketimpangan SDM Anak RI Darurat!

JAKARTA, INFOZONE – Di momen Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat kasih tamparan keras! Pancasila jangan cuma berhenti di upacara bendera dan baca teks saja.

“Pancasila tidak akan mampu menjadi modal menghadapi tantangan kehidupan berbangsa jika hanya berhenti di upacara bendera dan pembacaan teks semata,” tegas Rerie, sapaan akrab Lestari, Kamis (1/10/2026).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, di tengah gejolak ekonomi global dan ancaman persatuan, pengamalan Pancasila harus jadi keharusan untuk wujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Tema tahun ini “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” harus dimaknai sebagai pemerataan pembangunan manusia.

Fakta Miris: Potensi Anak Indonesia Cuma 56%

Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu bongkar data Bappenas 2026 yang bikin miris.

Indeks Modal Manusia (IMM) Indonesia pada 2025 hanya 0,562, jauh di bawah target RPJMN 2025-2029 sebesar 0,590. Artinya, seorang anak yang lahir hari ini diperkirakan hanya mampu mencapai 56,2% dari potensi produktivitas maksimalnya.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah ketimpangan antar daerah yang super jomplang!

DI Yogyakarta mencatat IMM tertinggi 0,705, sementara Papua Pegunungan hanya 0,366. Di bawah bendera merah putih yang sama, masa depan anak-anak berbeda hampir dua kali lipat!

Sila ke-5 Harus Jadi Pedoman

“Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, harus menjadi pedoman kebijakan pembangunan sumber daya manusia,” tegas Rerie.

Menurut politisi NasDem itu, titik awal keadilan sosial adalah setiap anak Indonesia harus dapat akses kesehatan dan pendidikan yang setara.

“Pancasila jika hanya dipuja di atas monumen, ia hanyalah sejarah. Namun, jika dituliskan ke dalam kebijakan gizi dan kesehatan, rutinitas pendidikan, dan setiap tahap pelatihan vokasi, ia adalah ruh bangsa yang hidup,” ujarnya.

Ia menegaskan pembangunan SDM tidak boleh berhenti pada angka nasional saja, tapi harus menjangkau daerah-daerah dengan capaian terendah.

“Sudah saatnya kita bergerak dari seremonial menuju aksi nyata, mengamalkan nilai-nilai Pancasila pada kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

 

Sumber : mpr RI go.id

 

Pasang Iklan di Infozone - 5000+ pembaca

👆 Klik untuk Pasang Iklan - Mulai 5.000+ / hari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *