Datuk Laksmana Raja Di Rupat ๐ŸŒณ๐ŸŒณ๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒฟ๐ŸŒฑ Oleh : Elviriadi, Ph.D

Dengarlah kisah Selat yang sunyi..

Rupat bertuan dijaga pemberani..

Bacaan Lainnya

Tahun seribu lima ratus tiga puluh tujuh terjadi,

Amukan meriam membakar bumi..

 

Portugis datang membawa angkuh,

Meresah selat membuat rusuh,

 

Negeri yang damai kini merisau

Mencari pejuang di ceruk rantau..๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŠ๐Ÿ

 

Tiga wilayah bangkit serentak,

Mendengar musuh hendak menggasak,

Siak mengirim armada bergerak,

Membawa nyali takkan mengelak..

 

Datang laksmana dari Bukit Batu,

Ksatria Bengkalis turut membantu,

 

Lima belas kapal berbaris menyatu,

Menghadang musuh di selat penentu๐Ÿ’๐Ÿ’๐ŸŒพ๐ŸŒผ๐ŸŒผ

 

Empat ratus lima puluh prajurit perkasa,

Sumpah setia bela wangsa,

๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ

 

Pantang mundur berputih hati,

Di Selat Rupat mereka menanti…

Menjemput menang ataupun mati. …

 

Pecahlah perang gemuruh bergema,

Lautan Rupat merah membara,

 

Kapal berbenturan papan berkecai,

Pekik takbir tiada usai.

 

Portugis gentar laksmana mengamuk,

Usir lanun si portugis kemaruk..

Mundur ke Melaka takut diharuk..

Rakyat makmur datang terubuk..

 

Empat generasi turun-temurun,

Menjaga pantai bertahun-tahun, Salikhin Zaini, Herman Yunus Datuk Abu pun berhimpun,

 

Menghadang Portugis Milenial Namanya Chua Cing Hun…

 

Tiga Dusun Langsung Tersusun

Dimalam Gelap Rampang Menyusun

Langkah perlawanan tiada ampun

Kepung Punggawa Kawan si Lanun

 

Ini lah warkah Datuk Lembaga

 

Menjaga marwah tiada lupa..

Setiap penceroboh dibuat jera..

 

Menjaga selat kebun dan rimba..

Jika diusik bertaruh nyawa..

Negeri Rupat ada Tuannya..

 

Dendang Zapin menari-nari,

Pesan leluhur simpan di hati,

Bela negeri sampai ke mati.

Takkan Rupat Hilang di Bumi..

 

Pekanbaru, 15 Agustus 2026

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *