Deklarasi KAMMI Riau bersamai PP KAMMI : Tegakkan Independensi Gerakan, Tolak Keras Intervensi Partai Politik

Infozone, PEKANBARU | Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Riau secara resmi menyatakan sikap tegas untuk menjaga marwah organisasi dari segala bentuk intervensi eksternal. Melalui deklarasi bertajuk “Tegakkan Independensi Gerakan, Tolak Keras Intervensi Partai” yang digelar hari ini, Ahad (19/4) pukul 11.00 WIB didepan Stadion Utama Riau. di Pekanbaru.

Dalam penyampaian Febriansyah :  Organisasi mahasiswa ini berkomitmen untuk tetap berdiri di atas kepentingan umat dan bangsa tanpa kompromi politik praktis.

Bacaan Lainnya

“Deklarasi ini merupakan respons nyata atas dinamika polarisasi yang terjadi yang mengancam gerakan KAMMI di Riau. KAMMI Riau menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas organisasi dan menolak segala upaya penarikan institusi ke dalam pusaran kepentingan partai politik tertentu dalam pengambilan keputusan strategis dan struktural.

Dalam pernyataan sikapnya, KAMMI Riau menekankan tiga hal krusial dimulai dengan menegakkan independensi secara eksplisit, bahwa :

KAMMI adalah organisasi gerakan yang bersifat independen sebagaimana tertera pada AD/ART KAMMI dan selaras dengan Paradigma Gerakan KAMMI, yang ke-3, yakni KAMMI adalah gerakan sosial independen.

Selanjutnya, KAMMI Riau merapatkan barisan kader dengan menghimbau seluruh barisan kader KAMMI di Riau untuk terus bergerak merdeka tanpa adanya hasutan partai politik.

Terakhir, organisasi ini menolak intervensi dengan keras terhadap segala bentuk campur tangan, tekanan, maupun upaya politisasi organisasi oleh aktor-aktor partai politik yang dapat merusak gerakan KAMMI di Bumi Lancang Kuning.,” paparnya.

Ketua Umum KAMMI Riau, Febriansyah, menegaskan bahwa organisasi ini harus tetap menjadi organisasi gerakan yang merdeka bagi setiap mahasiswa muslim di Riau.

“KAMMI Riau merupakan ruang tumbuh bersama mahasiswa muslim di Riau. Organisasi ini harus terbuka dan memberikan ruang kebebasan bagi kader untuk tumbuh serta menentukan pilihan dan sikap, bukan untuk dikecilkan dan diatur oleh salah satu partai politik dalam pengambilan keputusan strategisnya,” ujar Febriansyah.

Ia juga menambahkan bahwa perjuangan menjaga marwah ini adalah tugas seluruh elemen organisasi.

“Independensi KAMMI harus menjadi perjuangan kita bersama kader KAMMI Riau untuk mewujudkannya, lepas dari semua intervensi partai politik.

Langkah tegas ini diambil sebagai pemantik bagi kader-kader KAMMI untuk kembali memperkuat jati diri organisasi sebagai kekuatan penyeimbang (social control). Dengan menolak intervensi partai secara terbuka, KAMMI Riau memastikan bahwa setiap kebijakan dan aksi yang diambil murni didasarkan pada kajian intelektual dan kebutuhan masyarakat luas, bukan pesanan elit politik. Rls

 

Editor: Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *